RENGAT, Lintaspena.com – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rengat menggelar kegiatan Tausiah Islam dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Hijrah Rutan Rengat, Jumat (28 Agustus 2026).
Acara ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian dan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Rengat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Rengat, Dedy Irawan. Turut hadir Pejabat Struktural, perwakilan pegawai, peserta magang, serta seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan yang beragama Islam.
Dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai wujud pembinaan diri menuju pribadi yang lebih baik”, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah/tausiah keagamaan, serta penampilan kesenian hadroh oleh warga binaan. Suasana masjid semakin syahdu dengan lantunan shalawat yang menggema.
Dalam sambutannya, Kalapas Dedy Irawan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam diri setiap warga binaan.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan seluruh jajaran dan Warga Binaan dapat terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju pribadi yang lebih baik,” ujar Dedy.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif warga binaan dalam setiap kegiatan pembinaan. Menurutnya, pembinaan rohani menjadi salah satu pilar penting dalam program pembinaan di Rutan agar warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Peringatan Maulid Nabi ini merupakan bagian dari program pembinaan rutin yang dilaksanakan Rutan Kelas IIB Rengat. Selain tausiah, Rutan juga secara berkala menggelar pengajian, pesantren kilat, dan pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Dengan kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan dapat membentuk karakter warga binaan yang memiliki akhlak mulia, disiplin, dan siap untuk reintegrasi sosial setelah selesai menjalani masa pidana.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keamanan Rutan, dan agar seluruh warga binaan diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (Aj)











Tidak ada Respon