PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengintensifkan program operasi pasar murah. Langkah strategis ini dilakukan secara berkala dan digilir antarwilayah guna menjamin pasokan kebutuhan pangan pokok di tengah masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, menyebutkan bahwa pelaksanaan operasi pasar murah pada pekan ini menyasar dua daerah utama. Pihaknya berupaya menjangkau wilayah pemukiman padat penduduk agar intervensi harga berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurut penjelasan Tetty, komitmen pelayanan publik tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pembukaan gerai pangan murah di lima titik lokasi berbeda. Seluruh lokasi tersebut sengaja dipetakan secara terintegrasi, dengan rincian empat titik berada di Kota Pekanbaru dan satu titik lainnya dialokasikan di Kabupaten Siak.
Aksi lapangan ini resmi dimulai pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, yang bertempat di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Pasar murah kemudian dilanjutkan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan memanfaatkan area Halaman Kantor Lurah Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Memasuki hari ketiga, tepatnya pada Rabu, 12 Agustus 2026, tim TPID Riau akan bergerak menuju Kabupaten Siak untuk memfasilitasi kebutuhan warga di Halaman Kantor Desa Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan. Lokasi ini dipilih guna memberikan akses pangan murah yang berkeadilan bagi masyarakat di luar pusat ibu kota provinsi.
Selanjutnya, program penguatan pangan ini kembali digelar di Kota Pekanbaru pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Jalan Pattimura. Rangkaian pasar murah pekan ini ditutup pada Jumat, 14 Agustus 2026, di Kelurahan Maharani, Jalan T. Mahmud, RT 02 RW 03, Kecamatan Rumbai Barat.
Tetty Nurdianti menegaskan bahwa kehadiran operasi pasar murah ini merupakan instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam melakukan intervensi pasar secara langsung. Program ini ditujukan untuk menjaga kelancaran jalur distribusi, mengontrol stabilitas harga dari lonjakan sepihak, sekaligus meringankan beban pengeluaran harian masyarakat pembeli.
Pihak panitia telah memastikan bahwa seluruh komoditas yang dijual di gerai ini berada di bawah harga pasar umum. Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kg, beras premium (Anak Daro/Sokan) seharga Rp169.000 per 10 kg dan Rp84.500 per 5 kg, gula pasir Rp18.000 per kg, Minyakita Rp15.500 per liter, telur ayam Rp49.000 per papan, serta garam dapur mulai Rp2.000 per bungkus.
Menutup keterangannya, Tetty mengimbau seluruh lapisan masyarakat yang hendak berbelanja agar senantiasa menjaga ketertiban umum dan mengantre secara teratur sesuai jadwal. Selain itu, warga juga sangat disarankan untuk membawa kantong belanja mandiri dari rumah masing-masing sebagai langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan pada sampah kantong plastik. (Yb)











Tidak ada Respon