PELALAWAN, LINTASPENA.COM — Tim satgas gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pada hari keempat operasi berkecamuk, fokus utama petugas diarahkan penuh pada pengendalian pergerakan kepala api di sisi selatan kawasan rawan tersebut.
Salah satu taktis penting yang ditempuh di lapangan adalah membuka akses tembus menuju titik kepala api menggunakan alat berat berupa ekskavator. Selain membuka jalur bagi personel darat, tim gabungan juga melakukan pencucian kanal (canal dredging) di sisi selatan sebagai benteng penyekatan api di kawasan kompartemen gambut.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, menyampaikan bahwa hambatan penetrasi logistik dan selang menuju bagian selatan kepala api menjadi perhatian mendasar pada operasi hari ini.
“Penyekatan kepala api kita lakukan di sisi selatan lokasi kebakaran. Selain itu, dilakukan pembukaan akses jalan darurat menggunakan ekskavator dan pencucian kanal di sisi selatan,” urai Ilham Sidik dalam laporan resmi penanganan titik api (fire spot) Manggala Agni Daops Rengat, Senin (24/8/2026) malam.
Berdasarkan inventarisasi data dan pemetaan lapangan, estimasi total luas area vegetasi yang hangus terbakar di Kerumutan kini diperkirakan telah mencapai 702 hektare. Lokasi yang terbakar merupakan bentangan kawasan gambut dalam dengan status regulasi hutan produksi.
Guna menjinakkan kebakaran masif ini, operasi raksasa tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, BPBD Kabupaten Pelalawan, Damkar Kabupaten Pelalawan, Dinas Kehutanan Provinsi Riau, KPH Sorek DLHK Provinsi Riau, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta diperkuat oleh regu pemadam kebakaran (firefighter) internal perusahaan swasta sekitar.
Ilham tidak menampik bahwa kondisi ekstrem di lapangan masih memberikan tantangan berat bagi ketahanan fisik personel. Akses menuju perimeter kepala api di sisi selatan belum sepenuhnya bisa ditembus kendaraan taktis.
“Di saat yang bersamaan, embusan angin di lokasi cukup kencang, paparan cuaca panas ekstrem, ketersediaan bahan bakar sisa tebasan yang masih potensial, serta karakteristik gambut yang dalam turut memengaruhi tingkat kesulitan proses pemadaman bawah permukaan (ground fire),” jelasnya.
Kendati menghadapi kepungan kendala alam, grafik perkembangan operasi taktis ini menunjukkan rapor positif. Tim mencatat pergerakan penjalaran kepala api aktif mulai melambat karena bahan bakar potensial di sekitar ring luar area kebakaran sudah disekat dan berkurang.
“Strategi pemadaman berjalan sesuai timeline rencana dan sinergi antar-stakeholder berjalan dengan sangat solid di lapangan. Kondisi makro lokasi kebakaran saat ini jauh lebih terkendali,” tegas Ilham.
Operasi pemadaman dan pendinginan (cooling down) akan terus dilanjutkan secara maraton pada hari berikutnya untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi di dalam gambut. Dukungan operasi udara berupa pengeboman air (water bombing), pengerahan alat berat tambahan, serta posko layanan pemeriksaan kesehatan bagi personel lapangan juga terus disiagakan secara penuh. (Yn)










Tidak ada Respon