PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas pemerataan akses tabungan bagi generasi muda. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk memperkuat literasi keuangan digital agar para pelajar terhindar dari ancaman investasi ilegal maupun pinjaman online (pinjol).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 di Ballroom Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis (20/8/2026).
M. Job Kurniawan meminta pihak dinas pendidikan, satuan sekolah, dan industri perbankan di Riau melakukan pemetaan menyeluruh untuk menjangkau kelompok siswa yang belum tersentuh layanan perbankan. Namun, ia mengingatkan bahwa pembukaan rekening harus berjalan seiring dengan edukasi keamanan siber.
“Perkembangan teknologi finansial menghadirkan tantangan baru bagi pelajar. Mereka harus paham cara menjaga keamanan data pribadi, kerahasiaan OTP, serta risiko penipuan digital. Jangan sampai kemudahan teknologi justru menjebak mereka dalam keputusan finansial yang merugikan,” ujar M. Job.
Senada dengan hal itu, Plt. Kepala OJK Provinsi Riau, Mohammad Fredly Nasution, menjelaskan bahwa gerakan menabung berperan penting dalam membentuk karakter mandiri dan kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan sesaat.
Kerja sama lintas sektor ini pun telah mencatatkan performa positif dalam kurun waktu satu tahun terakhir di Bumi Lancang Kuning.”Sepanjang periode Juli 2025 hingga Juli 2026, kolaborasi kita telah berhasil membuka 51.
391 rekening baru bagi pelajar dengan total nominal mencapai Rp45,56 miliar. Selain itu, sebanyak 14.283 siswa di Riau telah mengikuti edukasi literasi keuangan secara intensif,” papar Fredly.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Pemprov Riau, OJK, Bank Indonesia, dan perbankan daerah, program inklusi ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang bijak, mandiri, serta bertanggung jawab dalam mengelola hak dan kewajiban finansial mereka di era digital. (Dz)











Tidak ada Respon