Pekanbaru Dikepung Asap Pekat Level Tidak Sehat, Diskes Siagakan 21 Puskesmas Antisipasi Lonjakan ISPA

Meni
Pekanbaru Dikepung Asap Pekat Level Tidak Sehat, Diskes Siagakan 21 Puskesmas Antisipasi Lonjakan ISPA
Ilustrasi Kabut Asap di udara
A-AA+A++

PEKANBARU, LINTASPENA.COM — Kualitas udara di Kota Pekanbaru mengalami pemburukan drastis hingga menyentuh zona kuning atau kategori Tidak Sehat. Fenomena kabut asap putih pekat terlihat jelas menyelimuti seluruh sudut ibu kota Provinsi Riau tersebut sejak Senin (24/8/2026) pagi.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat PM2.5 di Kota Pekanbaru terpantau berada pada rentang kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat. Lonjakan polutan ini terjadi dengan nilai fluktuatif berkisar antara 170,2 µg/m³ hingga puncaknya menyentuh angka 235,7 µg/m³.

Merespons kondisi darurat polusi udara ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) langsung mengeluarkan imbauan proteksi kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat guna mengantisipasi dampak buruk racun asap terhadap tubuh.

“Pertama, kami mengimbau dengan sangat agar seluruh warga mengurangi aktivitas fisik di luar rumah yang tidak mendesak,” tegas Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Deddy Sambudi.

Deddy menambahkan, apabila warga terpaksa harus melakukan mobilitas di luar ruangan, maka wajib mengenakan masker standar pelindung pernapasan. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan volume konsumsi air putih secara berkala demi menjaga kebugaran tubuh dan melarutkan partikel debu yang terhirup.

“Segera cari pertolongan medis ke pelayanan kesehatan terdekat jika mulai merasakan keluhan sesak atau nyeri tenggorokan. Kami sudah menyiagakan penuh 21 Puskesmas jajaran Pemko Pekanbaru yang tersebar di 15 kecamatan untuk melayani warga secara gratis,” terangnya.

Ancaman penyakit pernapasan nyata di depan mata. Diskes Pekanbaru mencatat telah terjadi akumulasi sebanyak 376 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam kurun waktu tiga minggu terakhir sejak awal Agustus 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, memaparkan bahwa mayoritas sebaran penyakit didominasi oleh jenis ISPA Non-Pneumonia dengan gejala klinis umum seperti batuk, pilek ringan, hingga radang tenggorokan akut.

“Sebanyak 367 kasus masuk kategori Non-Pneumonia, sedangkan untuk pasien bergejala berat atau Pneumonia tercatat hanya melanda sembilan orang saja,” urai Edi Satriawan.

Meskipun angka Agustus baru berjalan, Edi mengingatkan jajarannya untuk tetap siaga penuh mengingat grafik serangan ISPA pada bulan Juli lalu sempat meledak tinggi mencapai total 5.325 kasus akibat pola cuaca kemarau kering. Dari total kasus Juli tersebut, sebanyak 5.305 pasien merupakan penderita Non-Pneumonia dan 20 kasus lainnya masuk status Pneumonia. (Des)

Pos Terkait

Read Also

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Pemprov Riau dan Forkopimda Siaga Cegah Karhutla Lewat Aplikasi Lancang Kuning

PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran...

Pemprov dan Polda Riau Perkuat Sinergi Cegah Karhutla dan Tindak Pembakar Lahan

PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pemerintah Provinsi Riau bersama aparat...

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *