PEKANBARU, LinasPena.com – Ekonomi Provinsi Riau pada triwulan I-2026 mencatatkan capaian positif dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp317,14 triliun. Pertumbuhan ekonomi tahunan (y-on-y) tercatat sebesar 4,89 persen, yang mempertegas posisi Riau sebagai kekuatan ekonomi utama di luar Pulau Jawa.
Provinsi Riau menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai PDRB Riau atas dasar harga berlaku mencapai Rp317,14 triliun, sementara atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp152,45 triliun.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan aktivitas ekonomi daerah yang tetap stabil. Pertumbuhan tahunan sebesar 4,89 persen ini didorong oleh geliat berbagai lapangan usaha yang terus berkembang di tengah dinamika pasar global.
Sektor jasa menjadi motor penggerak utama dalam sisi produksi dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,87 persen. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran atau penguatan aktivitas ekonomi masyarakat yang tidak lagi hanya bertumpu pada sektor primer.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan mencolok terlihat pada komponen impor luar negeri yang melonjak hingga 66,31 persen. Meskipun impor berfungsi sebagai faktor pengurang dalam struktur PDRB, angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan modal atau barang konsumsi di daerah.
Menariknya, sektor nonmigas menunjukkan performa yang jauh lebih impresif dengan pertumbuhan mencapai 5,86 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang membuktikan keberhasilan diversifikasi ekonomi Riau di luar minyak dan gas.
Meski tumbuh positif secara tahunan, ekonomi Riau mengalami kontraksi tipis sebesar 0,33 persen jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan terdalam terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang terkoreksi hingga 10,50 persen.
Di tingkat nasional, Riau memberikan kontribusi signifikan sebesar 5,14 persen terhadap perekonomian Indonesia. Capaian ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan ekonomi terbesar keenam di Indonesia sekaligus terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Dalam lingkup regional Sumatra, pertumbuhan Riau masih berada sedikit di bawah rata-rata pulau yang mencapai 5,13 persen. Namun, BPS menegaskan bahwa posisi strategis Riau tetap krusial sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional saat ini.(sf)








Tidak ada Respon