PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau terus bergerak aktif mendorong para pelaku usaha madu di wilayahnya. Instansi ini mewajibkan pemenuhan standar keamanan pangan melalui kepemilikan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Langkah strategis tersebut diambil demi melindungi kesehatan masyarakat luas selaku konsumen akhir.
Upaya standardisasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk madu yang beredar di tengah masyarakat benar-benar aman dikonsumsi. Selain menjamin aspek higienis, kepemilikan sertifikat resmi tersebut diyakini mampu mendongkrak daya saing produk lokal. Nilai jual madu Riau diharapkan dapat meningkat tajam di pasaran komersial.
Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyatakan bahwa pihaknya baru saja menyerahkan Sertifikat NKV kepada unit usaha penanganan dan pengolahan madu di Provinsi Riau. Penyerahan dokumen legal ini menjadi tonggak penting bagi standardisasi produk hewan non-ternak di daerah. Pelaku usaha terbukti telah melewati rangkaian uji kelayakan yang ketat.
Sertifikat yang diserahkan tersebut menjadi bukti otentik bahwa unit usaha terkait telah memenuhi seluruh persyaratan teknis. Aspek higiene dan sanitasi yang diterapkan dipastikan telah sesuai dengan regulasi ketat ketetapan pemerintah. Hal ini meminimalisir risiko kontaminasi bakteri berbahaya selama proses produksi.
Mimi menjelaskan, sertifikat NKV merupakan instrumen hukum dan teknis yang sangat penting dalam menjamin keamanan pangan asal hewan, termasuk produk madu. Melalui sertifikasi tersebut, masyarakat kini memiliki kepastian regulasi yang jelas. Rasa aman konsumen menjadi prioritas utama yang dijamin oleh negara.
“Pelaku usaha yang telah memiliki Sertifikat NKV berarti sudah memenuhi standar higiene dan sanitasi yang dipersyaratkan pemerintah. Hal ini menjadi jaminan bahwa produk yang dihasilkan aman, sehat, dan berkualitas untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Mimi, Rabu (29/7/2026).
Mimi juga memaparkan bahwa manfaat dari kepemilikan Sertifikat NKV tidak hanya dirasakan oleh masyarakat selaku konsumen. Keuntungan besar justru akan kembali dinikmati oleh para pelaku usaha itu sendiri. Sertifikasi ini secara otomatis menaikkan kelas dan reputasi merek dagang mereka.
Dampak positifnya adalah peningkatan kepercayaan publik secara signifikan terhadap kualitas produk madu lokal Riau. Rasa percaya ini dipercaya akan memperluas peluang pemasaran produk secara masif. Distribusi madu kini bisa menembus pasar modern, baik di tingkat regional maupun nasional.
Mengingat tren kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kian meningkat, kepemilikan Sertifikat NKV kini menjadi nilai tambah yang mutlak. DPKH Riau pun mengajak seluruh pelaku usaha pangan asal hewan lainnya untuk segera mendaftarkan diri. Pengurusan dokumen ini diimbau untuk dilakukan tanpa menunda-nunda waktu.
Sertifikat NKV sendiri merupakan legitimasi resmi dari pemerintah yang memperkuat sistem jaminan keamanan pangan daerah. Dengan makin banyaknya unit usaha yang tersertifikasi, ekosistem perdagangan pangan di Riau akan semakin sehat. Kepercayaan pasar terhadap komoditas asli Bumi Lancang Kuning pun dipastikan semakin kokoh. (Sf)










Tidak ada Respon