PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Kapolda Riau Irjen Pol Mohammadi Iqbal didampingi Dirjen Permasyarakatan Reinhard Saut Poltak Silitonga dan Kabid Humas Kombes Pol Sunarto menyebutkan, motif pembakaran mobil KPLP itu dipicu rasa sakit hati dan dendam, otak pelaku Riko Silalahi terhadap Efendi Parlindungan Purba, Kepala KPLP Lapas Kelas II Pekanbaru.

Pelaku berjumlah 8 (delapan) nekat melakukan pembakaran mobil dinas Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Persyarakatan (KPLP) Kelas II Pekanbaru Efendi Parlindungan Purba ditangkap polisi.

“Dari delapan pelaku teror yang berhasil di amankan, dua pelaku diberi hadiah timah panas”.

Pengakuan Riko, telepon selulernya sempat disita korban dalam suatu razia sel tahanan. Namun hingga kini handphone itu belum dikembalikan yang bersangkutan.

Diketahui Riko yang sedang menjalani hukuman 10 tahun kurungan di lapas Pekanbaru atas kasus pengedaran gelap narkoba lalu mengupah 7 tersangka lain untuk melakukan teror.  

Tak tanggung tanggung, Riko merogoh kocek sampai 80 juta untuk melakukan teror terhadap Kepala KPLP Kelas II Pekanbaru itu.

Menariknya, 3 dari 8 pelaku adalah pecatan atau mantan anggota keamanan. Polisi juga masih memburu seorang anggota komplotan ini yang sudah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) kepolisian.

Delapan tersangka pelaku, kata Kapolda Riau diancam dengan Pasal 187 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.***(Hery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *