Perkuat Ekonomi Lintas Pulau, Pemprov Riau dan Jatim Teken 11 Perjanjian Kerja Sama

Meni
Perkuat Ekonomi Lintas Pulau, Pemprov Riau dan Jatim Teken 11 Perjanjian Kerja Sama
Sinergi lintas pulau, Pemprov Jatim dan Pemprov Riau resmi menyepakati kerja sama strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan perdagangan antardaerah. (Foto : Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, LINTASPENA.COM — Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menandatangani 11 Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis. Kesepakatan besar ini diresmikan dalam rangkaian agenda Misi Dagang dan Investasi Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Novotel Pekanbaru.

Sinergi antardaerah ini menjadi langkah konkret kedua belah pihak dalam memperkuat kolaborasi strategis lintas pulau. Kerja sama ini dirancang untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta mengoptimalkan pembangunan yang saling menguntungkan.

Sebelas dokumen PKS yang disepakati tersebut mencakup berbagai sektor fundamental yang menjadi motor penggerak daerah. Sektor-sektor tersebut meliputi industri, perdagangan, peternakan, kelautan, perikanan, kehutanan, perkebunan, penanaman modal, koperasi, hingga pemberdayaan UMKM dan masyarakat desa.

Selain sektor pemerintahan, kolaborasi ini juga diperkuat oleh kemitraan dari organisasi pelaku usaha kedua wilayah. Penandatanganan turut melibatkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dari Provinsi Jawa Timur dan Riau.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan jangka pendek, melainkan juga pada penguatan pembangunan daerah.

“Kerja sama yang dibangun merupakan langkah konkret untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antara Jawa Timur dan Riau. Kami berharap tercipta hubungan erat dalam perdagangan, investasi, hingga penguatan UMKM yang memberi manfaat nyata,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, Riau merupakan mitra strategis karena memiliki potensi melimpah di sektor perkebunan dan industri pengolahan. Ia mendesak agar seluruh kesepakatan segera ditindaklanjuti menjadi program nyata guna memperluas akses pasar nasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menilai pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Momentum ini menjadi wadah strategis untuk mengawinkan potensi pasar, industri, dan peluang investasi dua provinsi besar.

Jawa Timur dikenal luas sebagai salah satu pusat industri manufaktur, perdagangan, dan ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, Riau unggul di sektor energi, industri pengolahan sawit, kelapa, sagu, serta industri pulp dan kertas internasional.

Sinergi ini sekaligus mempertemukan dua kekuatan ekonomi raksasa dalam struktur perekonomian nasional. Di mana PDRB Jawa Timur triwulan I 2026 tercatat sebesar Rp888,44 triliun, sedangkan Riau mencapai Rp317,14 triliun sebagai yang terbesar kedua di luar Jawa. (Dz)

Pos Terkait

Read Also

Borong 6 Penghargaan, Pemprov Riau Ukir Prestasi Gemilang di Anugerah Adinata Syariah 2026

JAKARTA, LINTASPENA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali...

Gandeng BI, Pemprov Riau Resmikan Pelabuhan Penumpang Dumai Jadi Kawasan Non Tunai

DUMAI, Lintaspena.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan...

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *