Oknum Wartawan WR Bantah Terjadi Penganiayaan Terhadap Anak Dibawah Umur disabak Auh

admin
A-AA+A++

SIAK, LINTASPENA.COM – Terkait informasi bahwa terjadi penganiayaan oleh oknum wartawan benisial WR terhadap anak dibawah umur, dibantah oleh yang bersangkutan.

Oknum Wartawan WR juga anggota disalah satu organisasi Wartawan daerah Siak Asosiasi Wartawan Independen Kabupaten Siak (AWIKS) ketika dihubungi 04/05/23 bagaimana sebenarnya kronologis kejadian yang menimpanya.

Mengenai informasi penganiayaan tersebut WR menyampaikan kronologisnya bahwa malam selasa 01/04/23 ada acara keluarga Halal bil halal di Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil kumpul keluarga. Usai acara selesai pulang ke rumah melewati sungai Bayam, mobil yang dikendarai oleh WR dilempar oleh dua orang anak yang tidak di kenalnya.

Anak itu mengendarai sepeda motor jenis Honda, atas insiden itu mobil yang di kenderai WR sempat oleng dengan spontan di bentikan kemudian langsung mengejar kedua anak itu sehingga terjadilah kejar-kejaran dan akhirnya dapat kejar oleh WR.

Keduanya bertengkar akibat dari ulah kedua anak tersebut tidak mengakui perbuatannya sehingga WR pegang baju salah satu anak dan menamparnya, bukanlah kuat dan memarpun tidak.

Pada dilokasi pertengkaran berdatangan masyarakat setempat dan menyelesaikan persoalan itu di rumah orangtua sianak yang akhirnya saling kenal dengan orang tuanya, keduanya mencari solusi namun tidak membuahkan hasil sehingga pihak Polsek Sabak Auh datang untuk mengamankan situasi agar tidak terjadi anarkis.

Pihak Polsek Sabak Auh membawa kedua belah pihak di kantor untuk dimintai keterangan, namun sangat disayangkan salah seorang warga inisial AY sempat pukul WR, Tuturnya.

“WR menyampaikan bahwa disaat di BAP di Polsek saya dan kedua anak itu baik-baik saja hingga bubar di polsek juga sehat wal afiat tidak ada luka ataupun memar” tambah.

Sementara itu Ketua AWIKS Kabupaten Siak Zulfahni, S.Pd.I di dampingi beberapa rekan pengurus dan anggota diminta tanggapannya, mengatakan karena persoalan tersebut sudah ditangani oleh pihak yang berwajib biarah nanti di proses mencari jalan yang terbaik, kita yakin dengan penegak hukum.

“Cuma kita berharap persoalan tersebut bisa di selesaikan secara kekeluargaan dan kunjung berdamai. Barangkali insiden itu emosi sesaat hingga tidak bisa mengendalikan diri dan kita berharap kasus yang serupa kedepan tidak terulang lagi.” Ucapnya.

“Peran kita orang tua memberikan nasehat kepada anak-anak sangat perlu dan untuk kita semua dapat mengendalikan diri pada situasi-situasi urgent, terutama pada WR dan keduanya anak itu lebih dewasa lagi pemikiran di hal positif saja. Kemudian buat pengurus dan anggota AWIKS bagi pengendara roda empat maupun roda dua juga harus sama-sama saling menghormati sebagai pengguna jalan, barangkali lampu dekat dan lampu jauh harus di perhatikan juga, dan anak-anak dibawah umur kalau bisa diawasi oleh orang tua kalau berkenderaan” itu saran dan masukan saya” tutup zulfahni.**(Rls/tim)