PEKANBARU, LintasPena.com – Tim gabungan satuan tugas (Satgas) penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Provinsi Riau melakukan operasi pemadaman intensif di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Hingga hari ini, luas lahan gambut yang terbakar diperkirakan telah mencapai kurang lebih 70 hektare.
Operasi pemadaman di lapangan dipimpin langsung oleh Asops Kasdam XIX/TT, Kolonel Inf. Rendra Dwi Ardhani, selaku Koordinator Lapangan, didampingi Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai Wakil Koordinator.
Kondisi lahan gambut yang kering dengan kedalaman yang cukup signifikan menjadi tantangan utama tim di lapangan. “Karakteristik gambut yang dalam menyebabkan api membara hingga ke lapisan bawah, sehingga memerlukan penanganan khusus agar tidak kembali menyala,” ujar Kolonel Inf. Rendra di lokasi pemadaman. saat dikonfirmasi media lintaspena.com selasa, (7/4) pagi.
Hadir dalam pemantauan langsung tersebut Karoops Polda Riau Kombes Pol. Ino Harianto, Sekda Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letkol Inf. Haris. Kehadiran para pimpinan lintas sektoral ini bertujuan memastikan koordinasi antarunit berjalan efektif di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara. Satgas Darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan setempat berjibaku melokalisir titik api.
Sementara itu, dukungan dari udara dilakukan melalui operasi water bombing yang dipimpin oleh Capt. Pilot Arif Budiarto. Langkah ini diambil untuk menjangkau titik api pada area yang sulit diakses oleh personel darat.
Selain kedalaman gambut, tim menghadapi hambatan berupa keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran serta arah angin yang berubah-ubah. Kondisi ini sempat mempercepat penyebaran api ke area yang lebih luas. Namun, melalui kerja sama solid, tim melaporkan adanya perkembangan signifikan dalam pengendalian titik api.
Pemerintah daerah dan Satgas Karhutla mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Partisipasi aktif warga dalam melaporkan titik asap sekecil apa pun dinilai krusial untuk mencegah kebakaran skala besar.
“Kami terus optimalkan seluruh sumber daya yang ada hingga api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman,” pungkas tim Satgas dalam keterangannya.










Tidak ada Respon