PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmen penuh dalam mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul prediksi fenomena Super El Nino yang akan melanda pada tahun 2026. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Mapolda Riau, Selasa (28/4/2026).
Dalam forum yang mempertemukan Pemerintah Daerah, TNI-Polri, serta pelaku usaha tersebut, Dr. Afni menekankan bahwa kualitas udara Riau hanya bisa dijaga melalui kolaborasi yang solid.
“Komitmen dan sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan. Ini adalah bentuk pengabdian bersama untuk menjaga udara Riau tetap bersih bagi generasi mendatang,” ujar Afni di hadapan peserta Rakor.
Keseriusan penanganan Karhutla kali ini juga ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh 40 General Manager perusahaan yang memiliki wilayah konsesi di Riau. Langkah ini bertujuan memastikan pihak swasta bertanggung jawab penuh atas pencegahan api di area mereka.
Mantan jurnalis yang kini menjabat sebagai Bupati perempuan pertama di Siak ini menjelaskan, strategi pencegahan tahun ini diperkuat oleh integrasi data BMKG secara real-time dan kesiapan logistik dari BPBD. Tak hanya itu, dukungan udara berupa water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah disiagakan sebagai langkah preventif.
Di sisi lain, Afni menyatakan dukungan tanpa kompromi terhadap penegakan hukum bagi para pembakar lahan. “Kami mendukung penuh langkah tegas kepolisian terhadap pelaku pembakaran, baik itu individu maupun korporasi yang terbukti melanggar,” tegasnya.
Mengingat topografi wilayah Siak, Dr. Afni menginstruksikan agar fokus utama tetap pada penjagaan ekosistem gambut. Melalui program restorasi dan pengawasan ketat, pemerintah berupaya memastikan lahan gambut tetap dalam kondisi basah.
“Karakteristik gambut sangat menantang. Jika terbakar, bara api bertahan di dalam tanah meski permukaan sudah padam. Kuncinya adalah menjaga kelembapan gambut agar api tidak sempat muncul,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Bupati Afni juga mengapresiasi peran Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa sebagai garda terdepan dalam deteksi dini. Ia berharap kolaborasi multipihak ini dapat menjaga Riau tetap biru dan bebas dari kabut asap sepanjang musim kemarau 2026.(yn)










Tidak ada Respon