BANTAN, LintasPena.com – Semangat swasembada pangan tahun 2026 mulai menampakkan hasil nyata di Kabupaten Bengkalis. Bertempat di Lapangan Taurus Jaya, Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, dilaksanakan panen perdana jagung di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektar yang dikelola oleh BUMDes Restu Bersama pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso bersama Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Aritonang. Hadir pula Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, serta Camat Bantan untuk menyaksikan keberhasilan tersebut.
Pj Kepala Desa Sukamaju, Sunarto, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan panen perdana ini di hadapan para undangan. Sinergi yang kuat dari pengelola BUMDes mampu membuktikan bahwa lahan gambut di desa tersebut ternyata sangat produktif.
Keberhasilan ini diraih meskipun proses penanaman harus melewati tantangan cuaca yang ekstrem akibat musim panas. Minimnya alat pendukung pertanian di lapangan tidak menyurutkan semangat para pengelola untuk terus merawat tanaman jagung mereka.
“Kami sempat ragu karena saat penanaman cuaca sangat panas dan banyak terjadi kebakaran di mana-mana. Dengan alat seadanya, hanya menggunakan alat semprot manual untuk menyiram pagi dan sore, Alhamdulillah hari ini kita bisa melihat hasilnya,” ujar Sunarto.
Pada kesempatan itu, Sunarto juga menyampaikan aspirasi para petani terkait melonjaknya harga pupuk nonsubsidi yang mencapai kenaikan hingga Rp200.000 per karung. Mengingat 80 persen warga Sukamaju adalah petani, ia berharap pemerintah dapat membantu akses pupuk bersubsidi serta bantuan irigasi untuk rencana pengembangan tanaman cabai ke depan.
Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras Desa Sukamaju. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata dari semboyan “siapa yang menanam, dia yang akan memanen”.
“Pemerintah Kabupaten Bengkalis sangat senang dan bangga. Di tengah isu defisit dan efisiensi anggaran, masyarakat dan BUMDes justru membuktikan kemandirian pangan. Tanpa irigasi yang mewah, hanya dengan kerja keras mencangkul, lapangan yang gambut ini bisa menghasilkan 6 sampai 7 ton jagung,” kata Wabup.
Senada dengan hal tersebut, Wakapolres Bengkalis Kompol Noak Aritonang menegaskan komitmen penuh dari jajaran kepolisian. Pihak Polri siap untuk terus mendampingi masyarakat dalam mencari solusi guna memajukan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Presiden.(as)










Tidak ada Respon