PEKANBARU, LintasPena.com – Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan strategis ke BUMD pangan milik Pemerintah Provinsi Riau, PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Kamis (23/04/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Biro Perekonomian Setda Provinsi Riau ini fokus membahas langkah kolaborasi dalam pengendalian inflasi serta penguatan ketahanan pangan di daerah.
Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Syafroni Untung, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan upaya proaktif dewan untuk mengadopsi skema pengendalian inflasi tingkat provinsi guna diterapkan di Kabupaten Bengkalis.
“Inflasi, terutama pada sektor pangan, menjadi perhatian serius kami. Kami ingin menggali strategi yang dijalankan Pemprov Riau agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran saat ini,” ujar Syafroni.
Senada dengan hal itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Riau, Sri Irianto, menekankan pentingnya kemandirian pangan di tingkat kabupaten/kota. Ia mendorong setiap daerah untuk lebih aktif mengajak masyarakat memanfaatkan lahan untuk tanaman pangan produktif.
Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, memaparkan bahwa pihaknya saat ini tengah membangun ekosistem pangan dari hulu hingga hilir guna menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah yang masih mencapai 75–80 persen.
“Kami telah menghadirkan inovasi seperti Swalayan TOPAN (Toko Pengendalian Inflasi Pangan) yang menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar. Selain itu, kami menjalin contract farming dengan petani lokal untuk memastikan stabilitas suplai,” terang Ade.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan harga di mitra pasar dilakukan secara ketat melalui pakta integritas. Jika pedagang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), maka kerja sama akan langsung diputus sebagai langkah proteksi bagi konsumen.
Dari sisi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Yana, mengungkapkan bahwa meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berinovasi melalui program GPM (Gerakan Pangan Murah) Online. “Kami memanfaatkan media sosial untuk mendistribusikan informasi pangan murah langsung ke masyarakat, dan sejauh ini sangat membantu menjaga stabilitas harga komoditas seperti cabai,” ungkapnya.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Anggota Komisi II DPRD Bengkalis lainnya, termasuk H. Muhammad Rafee, Tairan SH, dan Samsu Dalimunte. Syafroni Untung menegaskan hasil diskusi ini akan menjadi bahan rujukan utama dalam merumuskan kebijakan pangan di Bengkalis agar lebih mandiri dan tahan terhadap gejolak inflasi global.(as)










Tidak ada Respon