Tanggamus – Lintaspena.com/ Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang Kotaagung, Kabupaten  Tanggamus adakan Monitoring dan evaluasi RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak).

Dalam kegiatan itu, di hadiri langsung dari tim Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, di Ketuai oleh Kepala Bidang Yankes Yulianto, M.Kes, didampingi staf bidang yankes Diskes Provinsi Lampung, Ellen Pratiwi, SKM, Chairudin, SSI.,M.Kes. Kamis, 20/10/2022.

Tim monitoring tersebut didampingi
Direktur RSUD Batin Mangunang, dr. Meri Yosefa bersama Budi M Ghozali dan pihak Managemen RSUD setempat. Turut juga dari perwakilan Dinkes Kabupaten Tanggamus yakni Kabid Kesmas Wahyu, SKM.,MPH dan Kabid Yankes Yekti. SSI, Ferbrin.

Atas agenda tersebut, dr. Meri Yosefa menjelaskan, materi Monitoring dan Evaluasi penilaian RSSIB, pihak RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus, memberikan pelayanan unggulan, bentuk dukungan yaitu program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi di lingkup RSUD itu sendiri.
Adapaun halnya yakni :
1. nte natal care ( perawatan ibu hamil)
2. Perawatan bayi
3. Perawatan metode kangguru
4. Perawatan ibu
5. Pelayanan kasus gawat darurat maternitas.

Pelayanan yang mendukung program RSSIB antara lain;
1. Rawat gabung total bayi sehat
2. Instalasi menyusui dini imd
3. Perawatan bayi berat badan rendah/bblr dengan metode kanguru.
4. Kegawatan maternal perinatal dalam 30 menit,
5. Persiapan bank darah.

dr. Meri melanjutkan, kegiatan dan pelaksanaan program RSSIB di RSUD Batin Mangunang, entang pemberian ASI dengan kode pemesanan PASI, sudah dilaksanakan data terlampir, format laporan kegawatan darurat persalinan, APN pencegahan infeksi, nosokomial perawatan bayi lahir, pemberian vitamin K injeksi setelah imd dan pemberian salep mata bayi sakit setelah resusitasi terhitung dalam rekam medik, pasien.

Selanjutnya, terdapat penunjang laboratorium dan radiologi 24 jam jadwal dokter dan petugas, dalam 24 jam ruang oke 24 jam jadwal dokter pun dan petugas 24 jam, imunisasi umur 0 sampai 7 hari jenis imunisasi HBO, keluarga berencana KB laporan setiap bulan.

“Selain itu, ada ruang laktasi klinik laktasi memberikan konseling, laporan konseling upaya pencegahan infeksi nasakomial sterilisasi, alat wastafel dan pencucian alat ruang Fika berstandar laporan inventaris laporan inventaris terlampir incubutor cpap beside ruang perinatologi.”jelas dr.Mery. (Heru).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *