JAKARTA, LINTASPENA.COM – Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) Mohamad Syaiful Jihad menilai program mudik gratis bagai oasis terutama bagi masyarakat yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman setelah terhantam pandemi COVID-19.

Akibatnya, antusiasme warga mengikuti mudik gratis termasuk yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta sangat tinggi, yang terlihat dari pendaftaran dibuka 15 April 2022, lalu pada 22 April 2022 sudah tak ada kuota tersisa.

“Ini menjadi cerminan bahwa warga sudah sangat rindu kampung halaman dan di tengah kondisi keuangan terbatas mudik gratis ini jadi solusi,” ujar Syaiful Jihad dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca Juga :

Presiden Jokowi Tolak Permintaan Senjata dari Ukraina dan Undang Zelenskyy ke KTT G20

Mudik gratis ini, lanjut Syaiful, bisa dilihat sebagai bukti Pemprov DKI Jakarta merespon cepat untuk membantu warga, sehingga tak heran peserta mudik gratis sangat bersuka cita termasuk dengan cara memakai kaos dukungan bagi Gubernur DKI Anies Baswedan menjadi presiden.

“Saya kira ini tidak perlu dibesar-besarkan, itu hanya euforia warga yang merasa sangat terbantu dan menilai Anies sangat berjasa baginya,” ujarnya.

Ia memastikan saat proses pemberangkatan tidak ada Aparatur Supil Negara (ASN) yang terlibat membagi-bagikan kaos tersebut. Kaos-kaos tersebut merupakan aksi spontanitas saja untuk meluapkan kegembiraan seperti yang terjadi pada sosok lainnya yang digadang-gadang maju jadi capres.

Baca Juga :

KSAL Yudo Margono Siap Kerahkan Kapal Perang TNI AL untuk Angkut Pemudik

Berdasarkan pengamatannya saat proses pemberangkatan di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Syaiful melihat para pemudik mengenakan baju atau kaos yang beragam.

“Banyak bukti visual mereka menggunakan kaos atau baju sesuai keinginannya. Artinya, tidak ada pengoordiniran penggunaan seragam, termasuk kaos bertuliskan Anies Baswedan Presiden atau sejenisnya dari penyelenggara,” tutut Syaiful

Ia menambahkan, salah satu efek baik dari pelaksanaan mudik gratis, adalah meningkatnya vaksinasi dosis ketiga atau booster yang menjadi salah satu persyaratan perjalanan mudik.

Baca Juga :

Tim Penggerak PPK Kec Tugala Oyo, Pringatan Hari Kartini Ke 143 Tahun

“Karena menjadi syarat, peserta mudik gratis ini kemudian secara cepat mendatangi sentra-sentra vaksinasi. Mudik gratis ini juga menjadi trigger percepatan pencapaian vaksinasi booster,” ucapnya.

Syaiful juga menilai sangat wajar terjadi kenaikan anggaran penyelenggaraan mudik gratis tahun ini. Sebab, kota dan kabupaten tujuan bertambah dari 10 di 2019 menjadi 17 pada tahun ini yang juga menjangkau Pulau Sumatera.

“Kalau ada kenaikan anggaran ya wajar saja, tujuan bertambah, pemudik dan armadanya juga. Pelayanan bagi pemudik juga ditingkatkan dibandingkan 2019,” ucapnya.

Baca Juga :

Menkopolhukam Mahfud Ungkap Kondisi Hendropriyono: Lebih Sehat dan Bisa Tersenyum

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Yayat Sudrajat menuturkan, saat pemberangkatan mudik gratis peserta hanya diberikan camilan (snack) oleh petugas pendamping bus (LO).

“Mereka berangkat kan saat Ramadan, snack ini bisa berguna untuk membatalkan puasa. Mereka juga tidak perlu jajan lagi, sehingga bisa lebih berhemat saat perjalanan mudik,” katanya.

Ia menegaskan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang menyelenggarakan Mudik Gratis tidak melakukan pembagi-bagian kaos.

Baca Juga :

Jokowi Ajak PM Jepang Tanam Pohon Cendana di Istana Bogor

“Kalau ada pembagian kaos itu bukan dalam koridor ruang lingkup pekerjaan pada kegiatan kami pada mudik tahun ini,” ucapnya.

Yayat mengungkapkan, tujuan mudik gratis tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun 2019 yang hanya 10 kabupaten dan kota. Untuk tahun ini ada 17 kota dan kabupaten, termasuk di Pulau Sumatera yang tidak ada di 2019.

“Sebanyak 17 kota dan kabupaten tujuan mudik gratis tahun ini adalah Palembang, Lampung, Tegal, Pekalongan, Semarang, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Solo, Wonosobo, Yogyakarta, Sragen, Wonogiri, Madiun, Kediri, Jombang dan Malang,” tuturnya.

Baca Juga :

Lepas Mudik Gratis Polri, Kapolri: Bantu Masyarakat dan Kurangi Beban Jalan

Berdasarkan laman web mudikgratisdkijakarta.id yang diakses pada 22 April 2022 pukul 01.00 WIB tiket mudik gratis telah ludes. Padahal kuota mudik gratis yang disediakan mencapai 11.680 kursi.

Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi sebanyak 8.000 kuota untuk arus balik hingga pengangkutan sepeda motor pemudik dari dan menuju Jakarta.

Source : ANTARA

(VLH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *