Lintaspena.com, Lamsel – Impian Suparman (43) bersama sang istri Tati Suherti (38) warga Dusun Sukasari RT 003 RW 003 Desa Margasari dan Sukri (39) warga Margasari RT 003 RW 002 Desa Margasari Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan yang selalu bermimpi untuk memiliki rumah layak huni dalam waktu dekat ini, akan segera terwujud.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Margasari Ade Chandra Putra yang akrab sehari-hari disapa Ucin menjelaskan untuk pengajuan Pemerintah Desa Margasari atas bantuan bedah rumah tidak layak huni untuk warganya, dalam 2 bulan kedepan akan segera terealisasi. Dengan bukti, tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TPL) Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Lampung Selatan, telah mensurvei langsung serta mengambil gambar (foto) kedua rumah milik warga.
“Hari ini, tim TFL Dinas Perkim Kabupaten Lampung Selatan telah melakukan survei lapangan di dua tempat, yakni rumah milik sdr. Suparman dan sdr. Sukri. Artinya, pengajuan kita di ACC oleh Pemkab Lamsel dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ” Kata Kades Ucin.
Lebih lanjut, Kades Ucin menerangkan, bahwa di Desa Margasari ada sekitar 33 rumah tidak layak huni. Dan semuanya telah diajukan ke Dinas Perkim. Namun yang untuk tahun ini, Pemdes Margasari mendapat kuota 2 unit bedah RTLH. Sedangkan sisanya masih sangat banyak. Dan ia berharap kepada seluruh instansi maupun institusi TNI yang mempunyai program bedah rumah juga, bisa membantu warganya.
“Kita berharap program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ini akan terus berlanjut. Dan untuk lembaga BAZNAS Lamsel pun kita harapkan bisa membantu untuk bedah rumah tidak layak huni di Desa Margasari yang masih banyak. Begitu juga program TNI bedah rumah, melalui Koramil 421-08/Palas bisa mewujudkan impiannya warga, ” imbuh Kades Ucin.
Menurutnya, jika mengandalkan anggaran dari dana desa, tentu hal tersebut tak akan terwujud. Pasalnya, anggaran dana desa untuk Margasari sedikit, dan tahun ini menurun dari anggaran tahun sebelumnya. Untuk sember pendanaan dari sumber yang lain tidak ada. Karena profil desa Margasari perkebunan dan pertanian dan 99 persen profesi masyarakat sebagai petani, ” Ujar Kades Ucin.
Perlu diketahui Kedua kepala keluarga yang akan menerima bantuan bedah rumah berdomisili satu desa dan berbeda RW tersebut, tergolong keluarga prasejahtera. Berprofesi sebagai buruh serabutan dan harus rela tinggal berdesakan dirumah yang terbuat dari kayu dan berdinding bilik bambu.
Sementara tim TFL Dinas Perkim Lamsel, Agung mengatakan dirinya hadir di Desa Margasari untuk memverifikasi data rumah warga yang akan mendapatkan bantuan bedah rumah program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Dan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
“Insya Allah bulan Maret atau April 2023 mendatang sudah pelaksanaan bedah rumah. Karena dari hasil verifikasi kita dilapangan, kedua rumah warga ini, masuk kriteria rumah tidak layak huni yang berhak mendapatkan bantuan bedah rumah, ” terang Agung.
Iapun mengharapkan kepada Pemerintah Desa Margasari bersama warganya kedepan saat sudah mulai dilaksanakan pembongkaran, untuk tetap bergotong-royong. Karena ini program swadaya. Dan nilai bantuan bedah rumah tidak layak huni per unit sebesar Rp. 20 juta.
“Untuk di Desa Margasari kuotanya ada 2 unit. Sedangkan untuk keseluruhan di Kecamatan Sragi ada 10 unit bantuan bedah rumah tidak layak huni dari program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Perkim Lampung Selatan tahun 2023, ” pungkasnya.
Usai rumahnya terdata mendapatkan bantuan bedah rumah, Suparman (42) merasa sangat senang dan berbahagia. Pasalnya, impian dan doanya selama ini, terkabul untuk memiliki rumah yang nyaman ditempati bersama keluarga kecilnya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Lampung Selatan dan Pemerintah Desa Margasari yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang layak huni. Karena Tampa bantuan tersebut, tak mungkin terwujud. Karena kondisi ekonomi yang lemah, ” kata Suparman usai tim verifikasi memeriksa rumah miliknya.
Senada dikatakan Sukri (39) iapun sangat bersyukur dan senang atas pendataan verifikasi oleh tim TFL Dinas Perkim Lamsel dirumah miliknya. Dan dalam waktu dekat ini, rumahnya akan segera berubah sedap dipandang.
“Sangat bersyukur dan senang sekali rumah milik saya, kalau mendapat bantuan bedah rumah. Tentu kita ucapkan ribuan terima kasih kepada pak bupati bersama jajarannya. Tak lupa juga terima kasih kepada Pak Kades Ucin yang telah mengusulkan rumah kami. Karena seperti inilah kondisi rumah milik kami yang terbuat dari kayu dan dinding bilik bambu, ” Ucapnya. (Mu’min/Idham)
Impian Dua Warga Margasari Ingin Memiliki Rumah Layak Huni akan Segera Terwujud









Tidak ada Respon