Diduga Korupsi Dana Desa Kakon Banding Agung, Tantang Wartawan Membaca APBDES

admin
A-AA+A++

Lintaspena.com, Tanggamus – Saat beberapa awak media melakukan kunjungan kerja kekantor pekon Banding Agung kecamatan Talang Padang kabupaten Tanggamus, tepat pukul 10.45.Wib.Dan menemui kepala pekon banding agung Jeprizal diruang kerjanya.Kamis 16/02/2023.

Awalnya membicarakan tentang keinginan bermitra, dengan cara yang santun, akan tetapi ditanggapi dengan nada marah serta mengeluarkan kata-kata yang sangat menyinggung profesi Jurnalis.

Selanjutnya Jeprizal mengatakan kami sudah terbebani dengan banyaknya media.

Rekanan awak media yang ditegur oleh Jeprizal karena merekam, tetapi selanjutnya Jeprijalpun membiarkan hal tersebut.

“Saya siap diinvestigasi berkaitan dengan apbdes, tau apa tidak baca apbdes..!! banyak wartawan seperti itu, banyak media gak tau apa itu namanya MOU, saya ini doyan perempuan, judi, narkoba, main perempuan, dalam kapasitas seperti ini saya ngga salut sama kalian..!!,” terang Jeprizal.

Media Suaralampung.com dan intangmedia.com & LintasPena.Com, hari ini Jumat 17/02/2023,pukul 13.15. Melakukan Investigasi terkait anggaran dana desa tahun 2021 dan tahun 2022. Dengan menemui seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, terkait anggaran dana desa th 2021 dengan pagu anggaran Rp.825.972.000 selain banyak item yang masih perlu dipertanyakan diantaranya item pemeliharaan gedung/prasarana balai desa/kemasyarakatan pemeliharaan gedung balai desa/balai kemasyarakatan(pemeliharaan prasarana balai pekon) Rp.93.524.193. Rp.88.847.983 dalam anggaran dana desa th2022 dengan pagu anggaran Rp.810.990.000 dimana banyak item yang masih dipertanyakan terutama item pemeliharaan gedung/prasarana balai desa/balai kemasyarakatan pemeliharaan gedung balai desa/balai kemasyarakatan(pemeliharaan prasarana balai desa) Rp.45.850.000. Rp.45.850.000. Item lain sarana dan prasarana kebudayaan/rumah adat/keagamaan milik desa (bantuan material pembangunan TPA) Rp.22.200.000. Rp.22.200.000. Tokoh masyarakat yg kami konfirmasi, menyayangkan begitu besarnya dana pemeliharaan prasarana balai desa “Sangat nggak masuk akal,” (ujar tokoh msysarakat yang enggan di sebut inisialnya). Sambil menampakkan wajah keterkejutannya, sedangkan mengenai bantuan material pembangunan TPA yang juga sangat besar, “Gak ada TPA, yang mana TPA nya..?” pungkasnny.

Sementara itu kakon banding agung setelah dihubungi melalui via watshap, seakan tenang dan siap diperiksa dan diinvestigasi . (Hadi)

Pos Terkait

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *