MUARA ENIM, LINTASPENA.COM — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Pasar 1 berlangsung meriah. Penampilan kesenian tradisional Kuda Lumping New Budoyo Mudo menjadi puncak hiburan bagi warga RT 05 RW 03 pada Minggu malam (23/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Pasar 1 bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) beserta jajaran pegawai kelurahan. Turut hadir Ketua RT 05 Suharyadi, S.E., Babinsa Serka Umil, Bhabinkamtibmas Aiptu Iwan Susanto, S.H., Aiptu Ucin Kelana, serta ratusan warga Muara Enim.
Penampilan seni jaranan ini merupakan yang perdana digelar di lingkungan RT 05. Kehadiran paguyuban Kuda Lumping New Budoyo Mudo tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara sejak sore hari. Adapun seluruh rangkaian hiburan rakyat ini disponsori oleh Rokim selaku pemilik (owner) usaha Tahu dan Tempe Cap Wayang.
Lurah Pasar 1 dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Pabrik Tahu Tempe Cap Wayang atas dukungan penuh dan undangannya. Ia menyebutkan bahwa acara ini membawa dampak positif yang nyata bagi perekonomian lokal.
“Ini merupakan pengalaman perdana bagi saya menyaksikan langsung penampilan Kuda Lumping New Budoyo Mudo. Selain menghibur warga, momentum ini juga dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk menjajakan dagangannya. Jadi, selain masyarakat mendapat kegembiraan, para pedagang kecil juga kebagian rezeki,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Lurah Pasar 1 menyisipkan imbauan penting terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ia meminta warga selalu waspada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
“Sebelum berangkat menyaksikan hiburan, pastikan kondisi rumah sudah aman. Pintu, jendela, dan pagar harus terkunci. Kompor, aliran air, serta alat elektronik juga wajib dimatikan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.
Terkait Karhutla, ia mengingatkan masyarakat untuk sama sekali tidak melakukan pembakaran kebun, hutan, maupun lahan terbuka. Terlebih, kondisi cuaca saat ini sudah memasuki puncak musim kemarau yang sangat terik.
“Dalam satu bulan terakhir, di wilayah Pasar 1 kerap terjadi kebakaran lahan dan muncul titik api (hotspot). Api akan sangat cepat menyebar dalam kondisi sekering ini. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap aman,” tegas Lurah Pasar 1. (Radi)











Tidak ada Respon