Tingkatkan Kinerja dan PAD, PT SPP Gandeng LPPM Unri Bangun Tata Kelola BUMD yang Akuntabel

Meni
Tingkatkan Kinerja dan PAD, PT SPP Gandeng LPPM Unri Bangun Tata Kelola BUMD yang Akuntabel
Direktur PT SPP, Imam Zamroni dan Ketua Tim Ahli LPPM Universitas Riau Dr. Fauzan Fathoni memperlihatkan dokumren MoU usai penandatanganan naskah kerja sama di Pekanbaru, Kamis 12/3/26. (Foto : Dok Yn)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota Pekanbaru, PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP), resmi menjalin sinergi strategis dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau (Unri). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan sistem tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara kedua lembaga yang berlangsung di Pekanbaru, Kamis (12/3/2026). Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur PT SPP, Imam Zamroni, bersama Ketua Tim Ahli LPPM Unri, Dr. Fauzan Fathoni, yang hadir mewakili institusi akademis tersebut.

Direktur PT SPP, Imam Zamroni, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan akademisi merupakan langkah krusial untuk mentransformasi budaya kerja di tubuh BUMD. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengimplementasian prinsip-prinsip atau tata kelola perusahaan yang baik secara menyeluruh.

“Tujuan utama kami adalah meningkatkan kinerja perusahaan secara fundamental. Dengan menggandeng LPPM Unri, kami ingin membangun sistem tata kelola yang tidak hanya efisien secara bisnis, tetapi juga taat pada prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tutur Imam Zamroni usai acara penandatanganan.

Imam menjelaskan bahwa sebagai perusahaan daerah, PT SPP memiliki tanggung jawab besar untuk terus melakukan perbaikan internal secara berkelanjutan. Sinergi ini juga menjadi jawaban atas upaya perusahaan dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi dari lembaga pemeriksa.

“Kami berupaya memperbaiki diri terus-menerus. Target kami jelas, agar ke depan catatan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPKP maupun lembaga audit lainnya tidak lagi menyisakan catatan negatif. Kami ingin memastikan setiap lini operasional berjalan sesuai koridor hukum dan manajemen yang sehat,” tegasnya.

Selain aspek kepatuhan, penguatan tata kelola ini diharapkan menjadi mesin penggerak bagi produktivitas perusahaan. Imam optimistis bahwa manajemen yang sehat akan berbanding lurus dengan peningkatan laba perusahaan, yang pada akhirnya berkontribusi maksimal pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru.

“Muara dari semua perbaikan ini adalah kontribusi kepada daerah. Jika kinerja perusahaan meningkat dan tata kelolanya bersih, maka potensi untuk menghasilkan PAD bagi pembangunan Kota Pekanbaru akan semakin besar,” tambahnya.

Sementara itu, pihak LPPM Unri melalui Dr. Fauzan Fathoni menyambut baik langkah proaktif PT SPP. Pihak universitas berkomitmen memberikan pendampingan teknis, kajian ilmiah, serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang berbasis pada riset dan praktik bisnis terbaik.

Kerja sama antara praktisi BUMD dan akademisi ini diharapkan menjadi model baru bagi pengelolaan perusahaan daerah di Riau, di mana kebijakan bisnis diambil berdasarkan data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.(Yn)

Editor Tr

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *