PEKANBARU, LintasPena.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, memimpin Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional 2026 yang dipusatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis (5/3/2026).
Agenda strategis ini dihadiri oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah se-Provinsi Riau.
Dalam amanatnya, Menko Polkam menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan simbol kesiapan nyata seluruh elemen bangsa dalam melindungi sumber daya alam Indonesia. Ia mengingatkan adanya hukum timbal balik antara perilaku manusia dengan reaksi alam.
“Kita perlu menyadari bahwa alam akan bereaksi sesuai dengan aksi yang kita lakukan. Jika kita memberikan sesuatu yang baik untuk alam, maka alam akan memberikan kebaikan pula untuk kita,” ujar Djamari di hadapan ratusan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.
Djamari menambahkan, menjaga kelestarian hutan di Provinsi Riau memiliki dampak luas yang tidak hanya dirasakan masyarakat lokal, tetapi juga berdampak pada keseimbangan ekosistem nasional. Menurutnya, kesadaran menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab kepada bangsa dan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Apel ini menunjukkan kita mampu merawat kekayaan alam ini. Tujuannya bukan hanya mencegah kerusakan di titik kebakaran, tetapi menjaga dampak luas yang ditimbulkannya bagi kehidupan,” tegasnya.
Provinsi Riau kembali dipilih sebagai lokasi apel nasional mengingat posisinya yang strategis sekaligus memiliki kerawanan karhutla yang cukup tinggi. Melalui momentum ini, pemerintah pusat meminta penguatan koordinasi antara satgas darat dan udara, serta pelibatan aktif pihak swasta dalam melakukan deteksi dini.
Acara ditutup dengan peninjauan alutsista dan sarana prasarana pemadam kebakaran oleh Menko Polkam beserta rombongan, guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap operasional menghadapi musim kemarau 2026.
Laporan : Sf
Editor : Toro










Tidak ada Respon