Teks Foto : Bus listrik, salah satu sarana transportasi di Riau Kompleks yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

PANGKALAN KERINCILintaspena.com | Kabupaten Pelalawan, Riau, dulunya hanyalah sebuah desa dengan 200 kepala keluarga. Jalan insfrastruktur masih banyak berupa tanah kuning. Jarak Pangkalan Kerinci ke ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru, dulu sekitar 124 kilometer.

Sebagian besar penduduk Pangkalan Kerinci awalnya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan tradisional untuk mata pencaharian. Ada juga yang menjadi nelayan.

Semua berubah setelah PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari APRIL Group, salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle (RGE), mulai membangun pabrik bubur kertas (pulp) dan kertas di lokasi ini pada tahun 1993. Saat itu, Pangkalan Kerinci masih bagian dari Kabupaten Kampar.

Pangkalan Kerinci yang awalnya hanya desa dengan minim infrastruktur, bertransformasi menjadi kota penuh kehidupan yang saat ini dihuni lebih dari 100.000 jiwa. Pemandangan kota ini kini dipenuhi pertokoan, hotel, sekolah, dan ruas jalan sepanjang 11.000 kilometer lebih. Kota ini menjadi tumpuan harapan dan perekonomiannya melesat naik. Jarak ke Pekanbaru pun kini hanya sekitar 60 km, bisa ditempuh dengan berkendara selama 1,5 jam saja.

Dampak industri bio-based global yang dibawa RAPP dengan nilai investasi hingga Rp133,4 triliun selama tiga dekade telah menjadikan Pangkalan Kerinci sebagai titik sentral perkembangan ekonomi yang mendunia. Pabrik pulp, kertas, viscose rayon, dan kertas kemasan (paperboard), yang mempekerjakan lebih 14.000 orang telah menghasilkan perkembangan pesat di berbagai sektor.

Tahun 1999, Pangkalan Kerinci resmi ditetapkan menjadi ibukota Kabupaten Pelalawan, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar.

Perkembangan Pangkalan Kerinci yang begitu pesat, dari segi ekonomi dan lainnya, bermula dari Riau Kompleks. Komplek yang jaraknya hanya 3 km dari Kantor Bupati Pelalawan ini menjadi pusat operasional RAPP di Indonesia, yang di dalamnya beroperasi pabrik pulp dan kertas yang menjadi salah satu pemain global dengan kapasitas produksi hingga 4 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas per tahun.

Terdapat juga Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose rayon terintegrasi pertama di dunia dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun, dan pabrik kertas kemasan berkelanjutan terbesar yang berkapasitas 1,2 juta ton per tahun. Mesin dan teknologi yang digunakan di pabrik ini sudah kelas dunia.

Dengan total investasi sebesar Rp100 triliun sejak tahun 1993, di dalam Riau Kompleks juga terdapat pusat pembibitan dan penelitian untuk keperluan produksi perusahaan. Tak heran, Riau Kompleks menjadi komplek terintegrasi terbesar di dunia.

Riau Kompleks juga menjadi rumah bagi lebih dari 10.000 penghuni yang tinggal di dalam perumahan, apartemen, maupun mess yang tersedia di dalam komplek. Kehidupan di Riau Kompleks dilengkapi fasilitas sekolah, kesehatan, rekreasi, sarana ibadah, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya.

Chief Operating Officer (COO) RAPP Eduward Ginting, mengatakan operasional RAPP dan APR di Kerinci merupakan kawasan terintegrasi terbesar di dunia. Perusahaan terus berkontribusi secara ekonomi dan sosial kepada masyarakat untuk memajukan perekonomian di daerah.

“Yang tak kalah penting adalah seluruh produk tersebut dihasilkan di Provinsi Riau, Indonesia, dengan tenaga kerja lokal dan produknya sudah terjual ke pasar global,” kata Eduward.

Sebagaimana diketahui, salah satu produk unggulan PT RAPP yakni PaperOne (flagship brand) yang dibuat di Pangkalan Kerinci ini telah terjual di lebih dari 110 negara di dunia.

Kehadiran RAPP di Pangkalan Kerinci telah menjadi penggerak utama bagi transformasi ekonomi daerah ini. Investasi besar-besaran perusahaan membawa dampak positif dan signifikan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Bahkan tak hanya di Pangkalan Kerinci, tapi juga bagi Provinsi Riau.

Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyatakan operasional APRIL Group sepanjang 2016-2022 telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau hingga Rp245,6 triliun. Dalam skala nasional, efek multiplier operasionalnya bahkan telah berkontribusi dalam penambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp 484,3 triliun selama periode ini.

Pemerintah mengapresiasi investasi RAPP dengan penghargaan sebagai perusahaan penanaman modal asing (PMA) penyumbang realisasi investasi terbesar di Provinsi Riau periode Januari-September 2022. RAPP berhasil menduduki posisi teratas dalam kategori tersebut dengan realisasi investasi mencapai Rp33,4 triliun.

Investasi RAPP ini juga membawa Pemerintah Kabupaten Pelalawan berhasil meraih peringkat satu sebagai daerah penyumbang realisasi investasi di Provinsi Riau periode Januari – September 2022. Atas prestasi itu, Pemkab Pelalawan juga menerima penghargaan dari Pemprov Riau.

Bupati Pelalawan, Zukri mengakui RAPP sebagai perusahaan penanam investasi terbaik di Riau. Bahkan, di periode 2016-2022, RAPP telah memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, nasional dan menjadi katalisator pemulihan ekonomi di Pelalawan dan Provinsi Riau pasca pandemi Covid-19.

“Saya bangga dengan para pekerja dan buruh di RAPP, karena berkat kontribusi kawan-kawan semua telah membantu memajukan ekonomi Pelalawan. Karena RAPP dan pekerjanya, Pelalawan bisa menjadi kabupaten yang pertumbuhan ekonominya surplus saat pandemi terjadi,” kata Bupati saat menghadiri peringatan Hari Buruh se-Dunia di Riau Kompleks, baru-baru ini.

Dari segi penciptaan lapangan kerja, RAPP menyediakan kesempatan kerja bagi 146.986 orang pada tahun 2022. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga memberikan stabilitas ekonomi bagi banyak keluarga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menghadiri groundbreaking realisasi investasi produk kemasan berkelanjutan APRIL Group senilai Rp33,4 triliun, beberapa waktu lalu mengatakan, industri kertas dan barang dari kertas merupakan sektor yang terus mengalami peningkatan di sisi utilisasi yakni pada 2022 berada di angka 87,3 persen.

“Industri pulp dan kertas ini juga telah menjadi industri andalan ekspor. Kinerja perdagangannya selama 6 tahun terakhir selalu positif, dengan surplus terbesar pada 2020 senilai 4,1 miliar dolar AS,” katanya.

Airlangga juga menyambut baik investasi yang dilakukan oleh APRIL Group dengan harapan dapat menumbuhkan pusat ekonomi baru di daerah, khususnya di Provinsi Riau, sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang dapat memajukan kesejahteraan masyarakat daerah setempat.

Pembangunan fasilitas baru yang berlokasi satu komplek dengan RAPP dan APR ini merupakan salah satu investasi manufaktur terbesar di Pulau Sumatera dalam kurun 10 tahun terakhir.

Investasi RAPP tidak hanya terfokus pada operasional pabrik, tetapi juga pada pembangunan daerah. Perusahaan aktif mendukung pemerintah dalam peningkatan kualitas infrastruktur, mulai dari jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, dan lainnya, guna mendorong geliat ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, sebagai wajib pajak yang taat, RAPP juga berkomitmen mendorong pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pelalawan dengan aktif membayar pajak demi kepentingan masyarakat dan negara.

Atas hal tersebut RAPP meraih dua penghargaan pada Pelalawan Tax Award 2024 oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Pelalawan. Penghargaan yang diraih yakni sebagai Perusahaan Wajib Pajak terpatuh dan sebagai perusahaan yang berkontribusi kepada negara melalui pembayaran pajak tertinggi pada tahun 2023 di Kabupaten Pelalawan.

Kehadiran RAPP juga memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Hal ini sejalan dengan filosofi bisnis pendiri RAPP, Sukanto Tanoto, yakni 5C, dimana perusahaan harus baik untuk Masyarakat (Community), Negara (Country), Iklim (Climate), Pelanggan (Customer), dengan demikian akan baik pula bagi Perusahaan (Company).

RAPP berada di garis terdepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat setempat melalui program bisnis atau usaha kecil. Pengusaha lokal dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diberi pelatihan, dukungan finansial, dan difasilitasi untuk membantu mereka mendirikan usaha, terutama di bidang usaha yang sejalan dengan kebutuhan RAPP, seperti penyedia tenaga kerja dan transportasi.

Sejauh ini, RAPP telah membantu lebih dari 200 pengusaha lokal dan UMKM, menyediakan ribuan lapangan kerja di berbagai bidang, seperti bengkel otomotif, katering, dan usaha lainnya.

Petani juga diberi dukungan melalui Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System), sebuah program yang mengajarkan mereka teknik holtikultura modern guna meningkatkan hasil panen dan menanam tanaman baru. Para petani mengelola 2.400 hektar lahan dan menerima pelatihan di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) RAPP.

Selain itu, banyak usaha kecil dan menengah di sekitar Pangkalan Kerinci yang mendapat manfaat dari aktivitas RAPP. Mulai dari penjualan barang dan jasa hingga peluang kerjasama bisnis. Investasi RAPP telah membuka berbagai peluang baru bagi pengusaha lokal, termasuk juga di sektor UMKM lainnya.

Terkait hal ini, RAPP mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk Program Corporate Social Responsibility (CSR). RAPP meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan CSR terbaik tahun 2023.

Dengan semua kontribusinya, jelas bahwa investasi RAPP telah memberikan dampak yang positif bagi Pangkalan Kerinci dan masyarakatnya. Dengan terus mendorong investasi yang bertanggung jawab, Pangkalan Kerinci dapat terus tumbuh dan berkembang menuju kota masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera.***

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *