Hebat! Pemotong Rumput Asal Siak Tembus NASA Hall of Fame Usai Retas Celah Keamanan

Meni
Hebat! Pemotong Rumput Asal Siak Tembus NASA Hall of Fame Usai Retas Celah Keamanan
Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli memasangkan topi secara simbolis kepada Rahmat Setiawan, pemuda asal Perawang yang sukses menembus NASA Hall of Fame, saat melangsungkan pertemuan di kediaman dinas, Kamis (20/8). (Foto : Istimewa)
A-AA+A++

SIAK, LINTASPENA.COM – Rahmat Setiawan (27), seorang pemuda asal Perawang, Kabupaten Siak, Riau, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang bukan penghalang untuk mendunia. Lulusan SMK ini sukses mencatatkan namanya dalam NASA Hall of Fame setelah menemukan dan melaporkan celah keamanan kritis pada sistem milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.

Kerentanan sistem itu dilaporkan Rahmat melalui Vulnerability Disclosure Program resmi milik NASA. Setelah melalui proses verifikasi ketat oleh tim keamanan siber NASA, laporan pemuda asal Riau ini dinyatakan valid, hingga namanya masuk dalam daftar apresiasi siber internasional. Tidak hanya NASA, kemampuan Rahmat di bidang hacking etis (bug bounty) ini juga pernah mendapatkan apresiasi serupa dari raksasa teknologi Google.

Kisah Rahmat menjadi sangat menarik karena profesi sehari-harinya. Pemuda lulusan SMK YPPI Tualang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini bukanlah profesional di perusahaan teknologi, melainkan seorang pekerja pemotong rumput outsourcing di salah satu perusahaan di Siak. Rahmat mengaku mulai serius mendalami dunia keamanan siber secara otodidak sejak tahun 2021 lalu.

Prestasi langka ini langsung memantik perhatian Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli. Saat bertemu langsung, Rahmat sempat bercerita bahwa ia sering mendapatkan tawaran dari berbagai pihak untuk meretas sistem perbankan dengan imbalan besar, namun ia tegas menolaknya. Rahmat juga mengaku pernah menguji sistem pemerintah daerah, tetapi memastikan tidak pernah melakukan peretasan ilegal di wilayah Riau.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengaku takjub dan menegaskan bahwa talenta luar biasa seperti Rahmat merupakan aset berharga yang harus diselamatkan dan difasilitasi oleh negara.

“Anak muda yang luar biasa. Cuma seorang pemotong rumput, tapi bisa mendapat penghargaan dari NASA dan Google, dua raksasa teknologi dunia. Rahmat ini adalah aset bagi Kabupaten Siak dan Riau,” ujar Afni, Kamis (20/8/2026).

Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh agar keahlian digital Rahmat tetap berada di jalur positif dan terus berkembang.

“Kami akan berupaya agar beliau bisa melanjutkan kuliah S1 melalui program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Siak. Ilmu yang didapat secara otodidak ini harus diarahkan dan digunakan untuk kemaslahatan bersama,” pungkas Afni.

Kisah inspiratif Rahmat Setiawan menjadi bukti nyata bahwa talenta digital kelas dunia tidak selalu lahir dari ruang kuliah mewah atau korporasi besar, melainkan dari ketekunan, rasa ingin tahu, dan dedikasi yang tumbuh di tengah kesederhanaan. (Dd)

Pos Terkait

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *