PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru secara resmi telah mengukuhkan 40 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pekanbaru Tahun 2026. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, pada Minggu (16/8/2026).
Acara pengukuhan sakral tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Momentum pengukuhan para putra-putri terbaik daerah ini ditandai secara simbolis melalui pemasangan sabuk kendit serta penyematan pin Paskibraka oleh Wali Kota kepada perwakilan pemimpin upacara sebagai tanda kesiapan penuh mengemban amanah negara.
Setelah prosesi penyematan atribut selesai, seluruh anggota Paskibraka melanjutkan rangkaian dengan tradisi mencium Bendera Merah Putih secara bergantian. Prosesi mencium bendera ini menjadi salah satu bagian paling sakral sebagai bentuk peneguhan komitmen, jiwa nasionalisme, serta janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebelum menjalankan tugas utama.
Seluruh anggota yang dikukuhkan ini dipastikan akan mengemban tugas sejarah dalam rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pekanbaru. Mereka akan dibagi ke dalam dua kelompok kerja, yakni tim yang bertugas pada upacara kenaikan bendera di pagi hari serta tim penurunan Sang Merah Putih pada sore hari.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Hendra Putra, menjelaskan bahwa komposisi Paskibraka tahun ini berjumlah 40 orang. Formasi tersebut merangkum perwakilan pelajar sekolah menengah atas sederajat pilihan yang terdiri atas 20 putra dan 20 putri.
“Jumlah Paskibraka untuk pengibar bendera pusaka tingkat Kota Pekanbaru tahun ini berjumlah 40 orang, dengan pembagian komposisi yang berimbang yaitu 20 putra dan 20 putri. Seluruhnya merupakan hasil penyaringan ketat dari ratusan peserta yang mendaftar sejak awal tahun,” ujar Hendra Putra dalam keterangannya.
Sebelum resmi dikukuhkan, para anggota Paskibraka ini telah melewati serangkaian fase pelatihan fisik dan mental yang sangat ketat. Rangkaian pelatihan diawali dengan fase pra-training camp (TC) selama kurang lebih 20 hari di lapangan terbuka, kemudian dilanjutkan dengan fase training camp (TC) penuh dengan sistem karantina selama 10 hari menjelang hari pelaksanaan tugas.
Hendra menambahkan, momen pengukuhan ini menjadi garis batas penting bagi perjalanan seluruh peserta selama masa pendidikan. Dengan dibacakannya kata-kata pengukuhan oleh kepala daerah, maka status seluruh peserta telah resmi beralih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka dan melepaskan status mereka yang sebelumnya sebagai calon Paskibraka.
“Dengan bekal matang dari para pelatih, kami berharap seluruh anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan penuh konsentrasi, semangat, dan tanggung jawab pada upacara 17 Agustus. Mari kita berikan penampilan terbaik demi kehormatan Kota Pekanbaru dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pahlawan bangsa,” pungkas Hendra. (Yb)










Tidak ada Respon