Karhutla Capai 1.041 Hektare, Status Siaga Darurat Diperkuat Operasi Modifikasi Cuaca

Meni
Karhutla Capai 1.041 Hektare, Status Siaga Darurat Diperkuat Operasi Modifikasi Cuaca
Petugas gabungan dari Satgas Karhutla berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap pekat di salah satu lahan konsesi di Riau, Minggu (22/2/2026). Dok. Fn
A-AA+A++

PEKANBARU (LintasPena.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau melaporkan total luasan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut telah mencapai 1.041,74 hektare pada awal tahun ini. Sebaran titik api tercatat telah menyentuh 11 kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning.

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah terdampak paling luas dengan angka mencapai 612,30 hektare.

“Hingga saat ini, 11 daerah di Riau telah ditemukan terjadi Karhutla dengan total luasan 1.041,74 hektare. Kami juga memantau adanya 1.849 hotspot (titik panas) dan 128 fire spot (titik api),” ujar Jim Gafur dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan data BPBD Riau, rincian sebaran luasan lahan yang terbakar meliputi:

1. Kabupaten Pelalawan: 612,30 Ha
2. Kabupaten Bengkalis: 201,01 Ha
3. Indragiri Hilir (Inhil): 64,70 Ha
4. Kabupaten Siak: 63,53 Ha
5. Kota Dumai: 30,52 Ha
6. Kabupaten Kampar: 29,50 Ha
7. Kota Pekanbaru: 14,08 Ha
8. Kepulauan Meranti: 13,40 Ha
9. Rokan Hilir (Rohil): 10 Ha
10. Kuantan Singingi (Kuansing): 1,50 Ha
11. Indragiri Hulu (Inhu): 1,20 Ha

Penanganan dan Operasi Modifikasi Cuaca
Jim memastikan bahwa titik-titik api tersebut saat ini dalam kondisi terkendali berkat upaya pemadaman oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur perusahaan. Kondisi ini juga didukung oleh intensitas hujan yang mulai merata di beberapa wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir.

Guna mengantisipasi perluasan dampak, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla. Sebagai langkah konkret, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus diintensifkan, khususnya di wilayah pesisir.

“OMC masih berlangsung di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. Hingga kini, sebanyak 7 ton garam (NaCl) telah disemai untuk memancing hujan buatan,” tambah Jim.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat status siaga darurat masih diberlakukan guna memastikan penanganan Karhutla berjalan maksimal.

Liputan : Sf
Editor : Red

Pos Terkait

Read Also

Karhutla di Riau Dilaporkan Padam Total, BPBD Intensifkan Modifikasi Cuaca Tahap Kedua

PEKANBARU, LintasPena.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan...

Polres Bengkalis Ringkus Buruh Harian Lepas, Tersangka Pembakar Lahan di Desa Pedekik

BENGKALIS, LintasPena.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *