BANGKINANG KOTA, LINTASPENA.COM – Kabupaten Kampar berusia 72 tahun. Peringatan atas hari jadi itu, ditandai dengan Sidang Istimewa DPRD Kabupaten Kampar pada Minggu pagi (6/2/22). Thema hari jadi tahun ini adalah ‘Vaksin Tuntas, Kampar Sehat, Ekonomi Bangkit’.

Agaknya thema itu dipilih untuk tiga asumsi. Pertama, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Kampar dianggap tuntas. Alias selesai. Setidaknya mendekati selesai. Kedua, dari vaksinasi masyarakat di negeri berjuluk ‘Serambi Mekkah’ itu pun menjadi sehat karena tingkat kekebalan tubuhnya telah mampu mencegah serangan viruscorona. Ketiga, perekonomian yang selama Covid-19 terasa kurang bergairah dapat bangkit kembali setelah bergeraknya berbagai sektor kehidupan. Termasuk kucuran dana dari APBD.

Dua tahun terakhir. Kita memang menghadapi masa-masa sulit. Sejak bulan Maret tahun 2020 hingga sekarang, Pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Dan, baru akan berakhir tiba-tiba omicron pun mengancam. Tak seorang pun dapat memprediksi kapan kondisi Kesehatan ini akan normal. Covid-19 tidak saja menelan korban jiwa, tetapi sekaligus menghancurkan sendi-sendi hidup masyarakat dan daerah.

Dalam upaya mencegah serta menanggulangi Covid-19, Pemerintah Pusat menerbitkan berbagai regulasi, menginstruksikan Pemerintah Daerah melakukan refocusing dan realokasi anggaran APBD Tahun 2020. Pusat juga melahirkan kebijakan TKDD (Transfer ke Daerah dan Dana Desa) melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 yang mengakibatkan dipotongnya dana bagi hasil daerah. Termasuk di Kabupaten Kampar. Tahun 2020, DBH Kampar yang dipangkas mencapai Rp 445.444.316.000. Tak sampai di situ. Pusat pun meminta daerah melakukan penyesuaian APBD yang sudah diketok palu DPRD. Tujuannya, untuk menampung kebutuhan pencegahan Covid-19.

Dua tahun. Adalah tahun-tahun tersulit bagi Pemerintah (Kabupaten/Kota/Provinsi dan Pusat). Kita bagai berada di tepi jurang. Antara hidup dan mati. Pemerintah dihadapkan dengan pilihan yang tak logis. Berat. Antara berjuang melawan Covid-19 atau menyelamatkan ekonomi masyarakat. Semua sektor kehidupan lumpuh. Sampai-sampai rumah ibadah pun ditutup.

Pemerintah Kabupaten Kampar pun demikian. Mengalami masa-masa sulit selama masa Pandemi Covid-19. Bupati Kampar mengakui, tak mudah memimpin daerah di masa-masa sulit seperti ini. Tapi alhamdulillah, kondisi tersebut bisa dilewati dengan baik. Mengapa? Karena kebersamaan. Kantibmas aman dan terkendali. Ekonomi berjalan secara baik. Program dan kegiatan pemerintah daerah terlaksana sesuai kalender walau DBH Kabupaten Kampar mengalami pemotongan hingga Rp 445 miliar lebih. Sampai memasuki tahun 2022, situasi dan kondisi relative lebih stabil. Bahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar menerima banyak penghargaan di masa Pandemi Covid-19 lantaran dianggap berhasil menata-kelola pemerintahan. Proyek-proyek APBN juga berjalan lancar, seperti pembangunan jalan tol dan pembukaan jalan dua jalur. Serta kegiatan-kegiatan lainnya.

Selama 72 tahun. Perjalanan panjang telah terbentang. Ribuan peristiwa dari satu generasi ke generasi berikutnya sudah terjadi. Gagasan dan pikiran diimplementasikan untuk membangun dan merawat kabupaten ini agar dapat duduk sama rendah, tegak sama tinggi dengan kabupaten/kota lain.

Tanggal 6 Februari 2022 merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Kampar. Hari jadi ini bukan semata bertujuan untuk mengenang, namun bagaimana menjadikan hari jadi sebagai momentum strategis dalam mengkilas balik apa yang sudah, dan belum dilaksanakan. Merencanakan peningkatannya dimasa depan. Hari jadi sejatinya juga dijadikan media perenungan mengevaluasi diri: apa keinginan dan harapan masyarakat.

Dalam konteks inilah, kita perlu merenung firman Allah SWT di dalam al Qur’an, yang mengkisahkan sejarah kehidupan manusia di masa lalu dengan masa kini: “Kami menceritakan kepadamu (Muhhamad) kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Quran kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang yang belum mengetahui” (QS. Yusuf: 3).

Semoga kisah dan cerita tentang sejarah Kabupaten Kampar dari jerih payah, dari tetesan air mata dan dari pengorbanan para pendahulunya, dapat melecut semangat kita giat membangun Kabupaten Kampar menuju negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghaffur seperti Negeri Saba’ di masa Raja Dawud dan Putranya Sulaiman. “Terima kasih para pejuang, jasamu hebat tiada terbilang, Kabupaten Kampar yang engkau pancang, makin jaya makin gemilang”. Tahniah ke-72 Kabupaten Kampar.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *