LUMAJANG, LINTASPENA.COM – Pembangunan Jembatan Gantung Gladak Perak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditarget rampung sebelum Lebaran 2022. Sebelumnya, Jembatan Gladak Perak ambruk lantaran erupsi Gunung Semeru pada Desember 2021.

“Sesuai target, direncanakan 20 April 2022 jembatan ini sudah bisa di gunakan. Saat ini sedang merangkai infrastruktur gantung yang tengah,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Sabtu, 9 April 2022.

Thoriq menambahkan, jembatan gantung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu hanya jembatan darurat. Artinya hanya digunakan sementara sebelum jembatan permanen kembali dibangun.

“Jembatan gantung hanya digunakan sebagai akses bagi kendaraan roda dua serta kendaraan darurat seperti ambulans yang membawa pasien dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Baca Juga : Polsek Gunungsitoli Alo’oa Bagikan Masker demi Tegakkan Disiplin Protokol Kesehatan

Jembatan Gladak Perak merupakan penyambung Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jalur ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Sebelumnya, Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terputus akibat erupsi Gunung Semeru. Gunung setinggi 3.676 Mdpl tersebut sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekira pukul 15.30 WIB.

Direktur Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian, mengatakan, jembatan tersebut akan kembali dibangun di titik yang sama. Namun dengan struktur bangunan yang berbeda.

Hedy juga menyampaikan bahwa kerusakan Geladak Perak salah satunya diduga karena pondasi yang menopang dari bawah sudah terkikis oleh terjangan lahar dingin. Juga, ditambah dengan pengaruh awan guguran panas.

Baca juga : Hendak Transaksi Sabu, Pengedar di Jalan Pusara di Bekuk Sat Narkoba Polres Rohil

Oleh karena itu, pihaknya akan mengonstruksi ulang struktur bangunan jembatan Geladak Perak agar nantinya tidak bergantung pada pondasi bawah.

“Nanti akan kita ganti, konstruksinya akan kita balik, jadi ini runtuhnya kan bangunan bawah jadi kita nanti tidak akan gunakan pondasi dibawah, tapi sifatnya nanti melengkung keatas,” katanya, usai melakukan pemantuan bekas runtuhan Geladak Perak, di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa, 7 Desember 2021

Sumber : Medcom.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *