SIAK, LINTSPENA.COM – Pemerintah Kabupaten Siak terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun wilayah pinggiran dan daerah terluar. Salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah membuka keterisolasian geografis yang selama ini membelenggu Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit.
Langkah strategis ini diambil agar potensi sektor pertanian yang melimpah di wilayah tersebut dapat berkembang secara maksimal. Pemerintah daerah berharap intervensi infrastruktur ini mampu memberikan dampak ekonomi positif secara langsung dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.
Pernyataan bernada optimis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, di hadapan ratusan pasang mata. Momen ini terjadi saat dirinya menanggapi berbagai aspirasi serta keluh kesah yang disampaikan oleh para petani setempat.
Dialog interaktif tersebut digelar bersama pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Siak. Acara tersebut dilaksanakan sesaat setelah prosesi pelantikan Pengurus KTNA Kabupaten Siak untuk periode masa bakti 2026–2031.
Pertemuan penting dan sarat aspirasi ini bertempat di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, pada Sabtu (11/07/2026). Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Lestari Teluk Lanus memaparkan potret buram kondisi lapangan mereka.
Para petani mengungkapkan bahwa masalah utama yang mereka hadapi sehari-hari adalah sarana transportasi. Jauhnya akses logistik menuju wilayah perkotaan membuat ongkos produksi pertanian membengkak dan menurunkan daya saing komoditas.
Selain hambatan transportasi, perwakilan Gapoktan juga mengeluhkan masalah krusial mengenai kualitas sumber air yang payau. Hingga saat ini, belum ada fasilitas sumur bor yang memadai untuk menyuplai air segar ke lahan persawahan mereka.
Kondisi tersebut diperparah dengan masih minimnya bantuan alat mekanisasi penunjang pertanian modern dari pemerintah. Petani mengaku sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah agar impian swasembada pangan di kampung terluar itu bisa segera terwujud.
Menanggapi jeritan hati para petani tersebut, Bupati Afni Zulkifli langsung menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk bergerak. Ia memerintahkan perangkat daerah memetakan solusi jangka pendek dan jangka panjang secara bertahap skala prioritas.
Afni memaparkan bahwa Kampung Teluk Lanus sebenarnya menyimpan potensi hamparan lahan pertanian yang sangat luas mencapai 400 hektare. Namun sangat disayangkan, akibat berbagai keterbatasan, masyarakat baru mampu mengelola lahan sekitar 100 hektare saja.
Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah, Pemkab Siak langsung menyalurkan bantuan stimulan berupa unit traktor roda dua. Alat mesin pertanian ini diserahkan untuk menyokong dan mempercepat proses pengolahan tanah di Teluk Lanus.
Bupati menegaskan bahwa pembenahan urat nadi infrastruktur dan pemenuhan sarana modern adalah kunci utama kemajuan daerah terisolasi. Dengan dukungan anggaran yang tepat, Teluk Lanus diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kabupaten Siak. (Dd)











Tidak ada Respon