Kerinci, Lintaspena.com – Pengumuman hasil seleksi calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jambi serta bupati dan wakil bupati Kerinci telah dikeluarkan oleh KPU Kerinci.

Namun, berdasarkan pantauan awak media, terdapat banyak kejanggalan sebelum proses pengumuman tersebut dipublikasikan. Salah satu sumber, yang namanya tidak ingin disebutkan, mengatakan bahwa saat mengikuti tes CAT, ia mendapatkan nilai tertinggi dibanding peserta lain. Namun, setelah tes wawancara dan melihat hasil pengumuman, namanya tidak tertera di sana (tidak lulus).

“Dimana letak kegagalan saya? Nilai saya 41, dan saat tes wawancara pun saya bisa menjawab dengan baik semua yang ditanyakan, tapi tidak lulus. Sementara peserta lain yang nilainya 34 saat CAT malah lulus,” ungkap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sumber juga menyatakan adanya informasi yang beredar bahwa untuk lulus PPS, peserta harus menyetorkan uang sebesar 3 juta rupiah. Informasi ini sudah diketahui secara umum oleh semua peserta yang mengikuti tes PPS, sedangkan dirinya tidak menyetorkan uang kelulusan (pelicin) tersebut.

Beredar percakapan di sebuah grup WhatsApp yang tergabung dari semua peserta PPS Kabupaten Kerinci. Beberapa anggota grup menanggapi informasi pembayaran tersebut dengan memutuskan untuk mundur dari pelaksanaan tes, karena tidak melihat adanya kemurnian dalam perekrutan.

“Kami juga mendapat info bahwa harus ada orang dalam dan 3,5 juta, itu membuat kami tidak jadi berpartisipasi,” cetus salah seorang anggota grup tersebut.

“Kami juga ada yang menawarkan untuk setor segitu,” imbuh anggota grup lainnya.

Indikasi kecurangan lain yang disampaikan oleh sumber lainnya menyebutkan bahwa ada peserta yang tidak mengikuti tes wawancara namun dinyatakan lulus.

Tidak terima dan merasa didzolimi, sumber berencana melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.

Terpisah, terkait kejadian ini, awak media mencoba mengonfirmasi kejadian ini ke KPU Provinsi Jambi. Lewat sambungan telepon seluler, Ketua KPU Provinsi Jambi, Iron Sahroni, mengatakan agar pihak yang merasa dicurangi membuat laporan tertulis ke KPU Provinsi Jambi, beserta dengan bukti.

“Berdasarkan laporan tersebut, nanti kami (KPU Provinsi Jambi) akan turun ke daerah (Kerinci),” sebut Iron Sahroni.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *