Anak Petani dari Inhil Tembus Paskibraka Nasional, Perjuangan Arifa Rahma Harumkan Nama Riau

Meni
Anak Petani dari Inhil Tembus Paskibraka Nasional, Perjuangan Arifa Rahma Harumkan Nama Riau
Anggota Paskibraka Nasional wakil Provinsi Riau, Arifa Rahma Maulydha, saat mengikuti sesi wawancara mengenai perjalanannya menuju panggung nasional, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Istimewa))
A-AA+A++

PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Perjalanan menuju panggung nasional tidak selalu dimulai dari kemewahan. Bagi Arifa Rahma Maulydha, siswi SMAN 1 Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), langkahnya menuju Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 justru lahir dari ketekunan di tengah keluarga petani yang sederhana.

Pencapaian putri bungsu dari pasangan Sulaiman ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Provinsi Riau. Sang ayah mengaku sempat terkejut karena tidak mengetahui sejak awal saat putrinya mendaftarkan diri dalam seleksi ketat tersebut.

“Arifa ini anaknya pendiam. Saya bahkan tidak tahu awal dia mendaftar. Setelah lolos tes tahap kabupaten, baru kami diberi tahu. Padahal sebagai orang tua, kami pasti mendukung penuh langkah baiknya,” ujar Sulaiman saat diwawancarai, Sabtu (15/8/2026).

Bagi keluarga, ketertarikan Arifa pada dunia baris-berbaris bukan hal baru. Motivasi tersebut tumbuh setelah melihat dua kakaknya yang pernah menjadi anggota paskibra di tingkat kecamatan. Terinspirasi dari kedisiplinan sang kakak, Arifa mematok target yang jauh lebih tinggi.

“Kakak-kakaknya dulu ikut paskibra juga, tapi hanya sampai tingkat kecamatan. Alhamdulillah, Arifa justru berhasil menembus tingkat nasional,” kata Sulaiman dengan nada haru.

Sebagai seorang petani yang sehari-hari memeras keringat di ladang, Sulaiman tidak pernah membayangkan putrinya akan mengemban tugas negara di panggung nasional. Baginya, capaian ini merupakan berkah luar biasa yang tak ternilai.

“Kami ini orang biasa. Saya sehari-hari hanya bertani, mana pernah membayangkan anak saya bisa sampai di tahap tertinggi ini. Tetapi Allah sudah memberikan takdir terbaik untuk keluarga kami,” lanjutnya.

Di luar lapangan latihan yang keras, Arifa dikenal sebagai sosok anak yang berbakti dan dekat dengan keluarga. Di sela-sela kesibukannya sebagai pelajar, ia tidak pernah absen membantu meringankan pekerjaan orang tuanya di sawah.

“Dia sangat peduli keluarga. Kalau musim tanam tiba, dia ikut menanam. Begitu juga saat musim panen, dia pasti turun membantu. Arifa pernah bilang, cita-citanya hanya ingin membanggakan orang tua,” tutur Sulaiman.

Menembus formasi Paskibraka Nasional tentu menuntut kesiapan fisik dan mental yang luar biasa. Sebelum bertolak ke pusat pelatihan nasional, Arifa telah menempuh gemblengan fisik yang sangat berat di daerah selama berbulan-bulan.

“Kalau untuk ketahanan fisik, insyaallah dia kuat. Sebelum berangkat pemusatan nasional, Arifa rutin latihan fisik selama empat bulan berturut-turut. Setiap hari dari pagi sampai menjelang magrib,” ungkap sang ayah.

Kini, menjelang hari penugasan historis pada 17 Agustus, Sulaiman hanya bisa berserah diri dan mengiringi langkah putri bungsunya dengan untaian doa. Ia berharap perjuangan Arifa dapat menjadi pemantik semangat bagi anak-anak daerah di pelosok Indragiri Hilir.

“Kami sekeluarga memohon doa restu dari seluruh masyarakat Riau, agar anak kami beserta rombongan Paskibraka Nasional selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas negara,” pungkasnya. (Sf)

Pos Terkait

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *