PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Provinsi Riau menerima kunjungan dari Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) RI dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Verifikasi Lapangan Terpadu di Pekanbaru, Senin (28/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Deputi III KSP, Dr. Yan Hiksas, menyoroti sejumlah persoalan strategis di Bumi Lancang Kuning. Mulai dari angka kemiskinan yang masih berada di angka 6 persen, hingga laju pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat masih di bawah rata-rata nasional.
Menurut Yan Hiksas, dengan limpahan Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, Riau seharusnya mampu memimpin dan menjadi motor penggerak ekonomi utama di Pulau Sumatera.
“Masih adanya angka kemiskinan 6 persen dan pertumbuhan ekonomi Riau di bawah nasional menjadi sorotan kami. Padahal dengan potensi SDM dan SDA yang luar biasa, Riau bisa didorong menjadi jantung dan hatinya Sumatera,” tegas Yan Hiksas.
Di sektor pendidikan, KSP meminta Pemprov Riau untuk segera menginventarisasi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman dan daerah tertinggal. Data tersebut nantinya akan digunakan pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan.
Yan Hiksas juga mengapresiasi keberadaan tiga Sekolah Rakyat di Riau yang dinilai sukses menjalankan program prioritas Presiden. Melalui program ini, kebutuhan dasar siswa seperti seragam, asrama, hingga konsumsi dipenuhi oleh negara. Ia pun mendorong agar sekolah serupa ditambah di kantong-kantong kemiskinan.
Beralih ke sektor kesehatan, KSP mendorong Pemprov Riau menyukseskan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based). Program besutan Kementerian Kesehatan ini bertujuan mempercepat pemenuhan dokter spesialis tanpa membebani biaya kuliah ke universitas.
“Kita ingin Riau terlibat dalam pendidikan dokter spesialis hospital-based. Melalui program ini, dokter belajar langsung menangani kasus di rumah sakit daerah yang sudah tersedia di sini tanpa bayar ke universitas,” jelasnya. (Yn)












Tidak ada Respon