JAKARTA, Lintaspena.com– Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Indri Yogyaswari, MARS, menegaskan pentingnya komitmen kuat dari seluruh pemerintah daerah (pemda) dan pemangku kepentingan untuk mempercepat capaian imunisasi nasional pada tahun 2026.
Menurut dr. Indri, akselerasi target ini tidak dapat bertumpu pada sektor kesehatan saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan, mulai dari tingkat pusat hingga ke masyarakat bawah.
“Kami berharap adanya komitmen kuat dari pemerintah daerah di seluruh tingkatan untuk melakukan akselerasi capaian imunisasi di tahun 2026 melalui rencana aksi yang jelas, terukur, dan dapat langsung dilaksanakan di wilayah masing-masing,” ujar dr. Indri dalam pertemuan yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat Imunisasi, Senin (31/8/2026).
Ia menambahkan bahwa strategi percepatan ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar target tahun ini, melainkan sebagai fondasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya.
Kemenkes membidik penurunan signifikan pada jumlah anak zero dose—anak-anak yang belum pernah menerima satu dosis pun imunisasi dasar. dr. Indri optimis kolaborasi yang solid mampu mengejar ketertinggalan tersebut di tengah target jangka menengah nasional.
“Waktu kita memang tidak banyak karena sudah berada di pertengahan menuju RPJMN 2029. Namun, dengan koordinasi yang kuat, kita bisa menurunkan jumlah anak zero dose dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia,” tuturnya.
Di akhir penjelasannya, dr. Indri mengajak seluruh pihak untuk menjadikan imunisasi sebagai tanggung jawab bersama demi mencetak generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. Semakin lengkap cakupan imunisasi, semakin banyak anak terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.
“Kami sangat membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan pembagian peran yang jelas dari seluruh sektor, baik di level pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, maupun pemangku kepentingan lainnya,” pungkas dr. Indri. (Dz)











Tidak ada Respon