Memukau di Sungai Narosa, Perahu Hias “Datuk Laksamana” Bengkalis Hipnotis Ribuan Penonton MTQ Riau

Meni
Memukau di Sungai Narosa, Perahu Hias "Datuk Laksamana" Bengkalis Hipnotis Ribuan Penonton MTQ Riau
Rombongan Kabupaten Bengkalis saat mengikuti Pawai Perahu Hias dalam rangka MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Istimewa)
A-AA+A++

KUANSING, LINTASPENA.COM – Perahu hias Kabupaten Bengkalis sukses memukau ribuan pasang mata pada ajang Pawai Perahu Hias Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau. Acara budaya air yang meriah ini dipusatkan di sepanjang aliran Sungai Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Sabtu (27/6/2026).

Mengusung konsep legendaris “Datuk Laksamana Raja di Laut”, armada dari Negeri Junjungan ini tampil sangat mencolok di antara peserta lainnya. Kehadiran perahu tersebut langsung mencuri perhatian penonton saat mulai menyusuri area perlintasan sungai.

Kemeriahan pawai akbar ini disaksikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang hadir bersama istri, Helmi Halimatul Udhmah. Turut mendampingi Menag di panggung utama adalah Bupati Kuantan Singingi selaku tuan rumah, Suhardiman Amby.

Dari atas tribun kehormatan, Bupati Bengkalis Kasmarni bersama Wakil Bupati Bagus Santoso tampak melambaikan tangan dengan penuh semangat. Keduanya terlihat sangat antusias mengikuti seluruh jalannya rangkaian pawai budaya air yang bernuansa agamis tersebut.

Turut mendampingi rombongan resmi dari Kabupaten Bengkalis di antaranya Ketua TP-PKK Siti Aisyah dan Sekretaris Daerah dr. Ersan Saputra TH. Hadir pula Ketua DWP Ira Vandriyani Ersan serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ed Efendi.

Dalam ajang ini, Kabupaten Bengkalis secara khusus menampilkan Perahu Begandong yang telah dimodifikasi dengan sentuhan seni tingkat tinggi. Bagian lambung kapal dipenuhi ukiran khas Melayu, miniatur kubah, serta jargon utama bertuliskan “Mengarungi Samudera Qurani”.

Simbol-simbol religius tersebut sengaja ditampilkan untuk menegaskan kembali komitmen kuat masyarakat Melayu dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan adat istiadat setempat tergambar jelas pada struktur bangunan perahu hias tersebut.

Daya tarik armada Bengkalis semakin kuat karena seluruh kru di atas perahu mengenakan busana lengkap ala Datuk Laksamana. Mereka memakai tanjak, pakaian kebesaran, hingga atribut adat yang memancarkan kewibawaan sosok penguasa laut masa lalu.

Bupati Bengkalis, Kasmarni, menegaskan bahwa partisipasi daerahnya dalam pawai ini bukan sekadar pelengkap kemeriahan festival tahunan keagamaan semata. Keikutsertaan ini membawa sebuah misi kebudayaan yang sangat penting bagi generasi muda.

“Melalui Perahu Begandong ini, kita ingin mengangkat kembali kebesaran sejarah Datuk Laksamana Raja di Laut sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bengkalis,” ujar Kasmarni saat memberikan keterangan di sela-sela acara.

Pawai perahu hias yang diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau ini menjadi magnet wisata utama bagi warga lokal maupun pelancong. Penampilan tim Bengkalis menuai banyak pujian karena dinilai paling sukses menggabungkan pesan syiar Islam dengan narasi sejarah maritim Melayu yang kuat. (Inf/As)