Lamsel, Lintaspena.com – Kepala Desa (Jaro) Ruguk Saiful, S.E menghadiri Wisuda Khotmil Qur’an santriwan-santriwati Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Assyifa yang berlangsung khidmat dan semarak, Senin (6/3/2023) di Lapangan Bola Voli Dusun Harapan Jaya yang berada di Jalan Lintas Timur Sumatera (By Pass) KM 9 Desa Sumur Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan.
Selain dihadiri para orang tua santri, para guru dan kepala Lembaga TPQ se-Kecamatan Ketapang juga sejumlah tamu undangan Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya, Kepala Desa (Jaro) Ruguk Saiful, S.E dan Korcab Qiraati Bakauheni, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam kesempatan tersebut Jaro Saiful, S.E bersama Kepala Desa Sumur I Nyoman Prima Wijaya dan Kepala Lembaga TPQ Assyifa Harapan Jaya Ustadz Muslih dan tokoh agama menyerahkan trophy kepada santriwan-santriwati yang berprestasi kategori kelas tertinggi sebanyak enam siswa berdasarkan keputusan tanda kelulusan belajar Taman Pendidikan Al-Qur’an Metode Qiraati Assyifa Koordinator Lampung 02 Nomor : 1/1444/06-04/02-006/2401-2406.
Disela-sela rangkaian acara kegiatan tersebut, Jaro Saiful, S.E mengatakan selamat kepada santriwan-santriwati TPQ Assyifa yang mendapatkan prestasi pada acara tasyakuran khotmil Qur’an metode Qiraati Angkatan ke-4 tahun tanggal 13 Sya’ban 1444 Hijriah/ 13 Maret 2023 Masehi, yang telah mengikuti IMTAS dan dinyatakan lulus.
Sejalan dengan itu, kepada anak-anak santriwan-santriwati yang khatam Al-Qur’an diharapkan jangan menganggap khatam Alquran ini menjadi akhir dari perjalanan dalam belajar membaca Al-Quran. Tetapi jadikanlah ini sebagai awal untuk lebih mendalami dan mempelajari Al-Qur’an. Nantinya ilmu Al-Qur’an dapat memahami sebagai pedoman dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan terciptanya generasi yang Qur’ani, beriman dan bertaqwa, serta mempunyai akhlak yang mulia, ” Ujar Jaro Saiful.
Lanjut, Jaro Saiful, S.E mengatakan dengan belajar ilmu agama yang benar dan tempat yang benar, maka kelak anak-anak santriwan-santriwati ini menjadi pribadi yang bertoleransi tinggi terhadap sesama dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Hal tersebut sesuai dengan butir-butir Pancasila sebagai dasar ideologi negara Republik Indonesia.
” Di wilayah kita ini, miniatur Indonesia mini. Sebab semua suku, agama atau keyakinan ada semua. Dengan belajar ilmu agama yang benar, maka mempunyai pemahaman yang moderat. Dan bisa menerapkan di kehidupan sehari-hari tentang sifat yang Maha Kuasa, yakni Rahman dan Rahim. Sehingga tercipta saling tenggang rasa, saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. Dan mematuhi peraturan keagamaan baik dalam agamanya maupun peraturan Negara atau Pemerintah, ” terangnya.
Sedangkan Kepala Lembaga TPQ Assyifa Harapan Jaya, Ustadz Muslih mengucapkan syukur atas terselenggaranya wisuda khotmil Qur’an TPQ Assyifa Harapan Jaya angkatan ke-4. “Alhamdulillah, telah terselenggara acara Tasyakur Khotmil Qur’an Metode Qiraati angkatan ke-4, semua berjalan dengan lancar dan khidmat,” ucap Ustadz Muslih, sapaannya usai acara.
Ustadz Muslih menyampaikan tasyakur Khotmil Qur’an merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan metode Qiraati.
“Sudah menjadi kegiatan rutin TPQ Assyifa menggelar khotmil Qur’an setiap tahunnya sebagai ungkapan rasa syukur, maka digelar acara ini. Dalam khotmil ini para santri diuji langsung oleh orang tua santri atau Korcab tentang kemampuan membaca Al-Quran dengan metode qiraati,” jelas Ustadz Muslih.
Khotmil Qur’an juga sambung Ustadz Muslih sebagai sarana memberikan laporan langsung bukti hasil kegiatan belajar mengajar metode qiraati di hadapan wali santri dan para tamu undangan. Para santri peserta kegiatan ini menuntaskan pembelajaran Al Qur’an dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wali santri dan undangan seputar materi pembelajaran Al Qur’an dengan metode qiraati.
“Dari mulai tartil (kelancaran), fashohah (kefasihan), gharib (cara membaca ayat-ayat tertentu dalam Al Qur’an yang mempunyai hukum bacaan secara khusus) , tajwid (hukum bacaan dalam Al Qur’an) serta hafalan doa-doa,” terangnya.
Para tamu undangan menyimak dengan seksama. Selanjutnya, para santri menunjukkan pembelajaran gharib. Setiap ayat yang dibaca, mereka menguraikan hukum bacaan yang terdapat dalam ayat tersebut serta disebutkan lengkap dengan ayat, surah dan juznya.
Kegiatan langsung dilanjutkan dengan imtihan setelah prosesi khataman selesai. Imtihan adalah uji publik. Para wali santri dan tamu undangan diberikan kesempatan untuk mengetes mereka terkait bacaan Al Qur’an.
“Alhamdulillah, berkat latihan dan persiapan yang matang dengan bimbingan dari para ustadz dan ustadzah qiroati, para santri berhasil melalui tahapan demi tahapan dengan baik,” ucap Ustadz Muslih.
Sementara itu seluruh hadirin terharu bahagia dan kagum dengan kemampuan para peserta dalam menguasai materi-materi Al Qur’an di usia mereka yang masih belia dan remaja.
Acara yang diakhiri dengan sesi wisuda dan sungkeman terasa khidmat dan mengharukan. Tidak sedikit dari para orang tua santri dan para santri yang meneteskan air mata tanda bahagia.
Di sela-sela wisuda khotmil turut dimeriahkan dengan penampilan apik dari grup qasidah TPQ Assyifa yang mempersembahkan lagu-lagu religi yang membuat para undangan larut dalam rangkaian demi rangkaian kegiatan tersebut. (Idham)
Hadiri Khataman Qur’an, Jaro Saiful : Terus Belajar Al-Qur’an dan Aplikasikan Dalam Kehidupan










Tidak ada Respon