Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemko Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Sektor Swasta

Meni
Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemko Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Sektor Swasta
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho tampak berdialog dengan jajaran staf dan perwakilan masyarakat terkait penataan ruang publik di salah satu titik lokasi pembangunan, Sabtu, 11/4. (Foto: Dok Sofi)
A-AA+A++

PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho mulai menerapkan paradigma baru dalam percepatan pembangunan daerah. Pembangunan infrastruktur di Kota Bertuah kini tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan badan usaha dan pihak swasta.

Strategi ini diambil sebagai solusi cerdas mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah di tengah mendesaknya kebutuhan fasilitas publik. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan bahwa pendekatan ini menitikberatkan pada prinsip kerja sama sukarela tanpa adanya unsur tekanan birokrasi maupun paksaan.

“Kolaborasi ini terjalin tanpa ada unsur paksaan sedikit pun. Silakan dicek ke mana saja, karena paradigmanya saat ini sudah benar-benar berbeda. Kita ingin semua pihak merasa memiliki kota ini,” tegas Agung Nugroho dalam keterangan resminya di Pekanbaru, Sabtu (11/4/2026).

Melalui skema ini, Pemko Pekanbaru dapat mengoptimalkan alokasi APBD untuk sektor prioritas lainnya, seperti pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah memposisikan diri sebagai fasilitator yang menjamin transparansi serta integritas dalam setiap kesepakatan pembangunan.

Agung menjelaskan, tingginya kepercayaan (trust) dari pelaku usaha muncul setelah melihat keberhasilan pemerintah dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk perbaikan jalan dan layanan kesehatan. Ia menekankan bahwa dalam kerja sama ini, pemerintah tidak menerima kontribusi dalam bentuk uang tunai guna menjaga integritas.

“Kami sangat menjaga integritas dengan tidak menerima uang tunai. Kami mempersilakan pihak swasta untuk membangun sendiri fasilitas tersebut sesuai dengan standar teknis yang kita tentukan,” jelas Agung secara rinci.

Hingga saat ini, sejumlah proyek strategis hasil kolaborasi non-APBD telah tuntas dan dapat dinikmati masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan belasan halte Bus Trans Metro Pekanbaru, penataan taman Simpang Sebidang Arifin Ahmad, pembangunan bundaran dan air mancur di depan Mal Pekanbaru, hingga revitalisasi taman di bawah Jembatan Leighton 1.

Keberhasilan ini, menurut Agung, tidak lepas dari komunikasi inklusif yang dibangun bersama jajaran Wakil Wali Kota Markarius Anwar. Saat ini, sebagian besar usulan pembangunan justru datang dari inisiatif badan usaha melalui pengajuan surat resmi.

“Kami mengutamakan komunikasi yang baik. Saat ini, justru pihak swasta yang proaktif mengusulkan surat untuk ikut serta membangun kota demi kemajuan bersama,” pungkasnya optimis(sf)

Pos Terkait

Read Also

Cukup Sederhana saja, Pemko Pekanbaru Larang Sekolah Gelar Perpisahan Mewah di Hotel

PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi...

Apel Gabungan Pemko Pekanbaru, Wali Kota Beri Penghargaan bagi Pensiunan dan OPD Berprestasi

Lintas Pena.com, Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *