PEKANBARU, LintasPena.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau saat ini dilaporkan telah padam total. Setelah sempat terjadi di beberapa titik strategis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau memastikan tidak ada lagi titik api (fire spot) yang tersisa di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Kepala Pelaksana BPBD Riau, M. Edy Afrizal, mengonfirmasi bahwa lokasi terakhir yang berhasil ditangani adalah di Kabupaten Bengkalis. Sebelumnya, kebakaran di daerah tersebut sempat meluas dan memicu munculnya kabut asap tipis.
“Karhutla di Riau dilaporkan sudah nihil. Beberapa lokasi yang sebelumnya sempat terbakar, saat ini sudah padam total berkat upaya terpadu di lapangan,” ujar Edy, Sabtu (11/4/2026).
Meski status Karhutla saat ini nihil, Pemerintah Provinsi Riau tidak mengendorkan pengawasan. Upaya pencegahan kini difokuskan pada langkah antisipasi agar titik api tidak muncul kembali, terutama melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Edy menjelaskan bahwa OMC tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang telah dilaksanakan pada awal Februari lalu. Hingga saat ini, sebanyak 35 ton garam telah disemai ke awan potensial di langit Riau untuk memicu hujan buatan.
“Kami terus memantau pergerakan awan. Begitu ditemukan awan potensial, OMC langsung dilakukan tanpa menunda, bahkan jika itu ditemukan pada malam hari,” tegasnya.
Operasi hujan buatan ini difokuskan pada wilayah pesisir timur Riau yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif.










Tidak ada Respon