Lintaspena.com – Puskesmas Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat disibukkan dengan kedatangan ratusan pasien pada 25 Juni 2022.
Satu per satu mengeluh alami gejala keracunan seperti pusing, mulas, muntah, dan mencret.
Tercatat ada 13 orang yang dirawat hingga Minggu pagi, 26 Juni 2022.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Pekanbaru yang Ikuti Pelatihan Kemandirian Peroleh Sertifikat
Saking membeludaknya pasien, pihak Puskesmas dibantu aparat Polsek dan Koramil Bantarkalong mendirikan tenda untuk posko penanganan.
Posko didirikan di wilayah yang warganya lebih banyak alami keracunan, yakni Desa Sirnagalih dan Simpang.
Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Bantarkalong, Iptu Mugiono.
“Posko dirikan untuk mempermudah penanganan tanggap darurat bila masih ada warga yang mengalami gejala keracunan,” kata Mugiono.
Dugaan sementara, warga keracunan daging sapi dari besek yang dibagikan keluarga pemilik hajatan pernikahan di Desa Sirnagalih.
Hal ini lantaran setelah memakan nasi kotak, warga alami gejala keracunan pada sore harinya.
Baca Juga: HANI 2022, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Juara 3 Lomba Film Pendek Piala Kapolda
Saat ini polisi telah mengambil sampel makanan untuk menelusuri penyebab ratusan warga Bantarkalong keracunan.
“Sampel makanan telah diambil untuk diperiksa di lab Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Ada pun warga yang keracunan tersebar di Sirnagalih, Simpang dan Hegarwangi, serta desa lainnya.
Source : PikiranRakyat Editor : Virgo Tag : Puskesmas Bantarkalong | Karacunan








Tidak ada Respon