Lintaspena.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia, dua negara yang sedang berperang sejak invasi Rusia pada 24 Februari 2022 lalu. Rencana kunjungan Presiden Jokowi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam konferensi pers pada Rabu, 22 Juni 2022.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Harmianin mengatakan mengapresiasi rencana kunjungan itu. Dia berharap kunjungan Presiden Jokowi akan membawa hal penting dalam proses pembicaraan damai.
Dia mengatakan kunjungan Presiden Jokowi juga akan menjadi hal bersejarah karena ini kali pertama Presiden Republik Indonesia akan datang secara resmi ke negara Ukraina.
Baca Juga: Bupati Majene dan Yayasan Satu Untuk Negeri Resmikan Masjid di Sumbar
“Yang pertama, ini akan menjadi kunjungan bersejarah yakni kunjungan Presiden Indonesia ke Ukraina dalam waktu yang amat lama ya. Selama ini belum pernah pemimpin Indonesia mengunjungi Ukraina secara resmi. Jadi akan menjadi kunjungan yang bersejarah,” kata Vasyl Harmianin saat dihubungi VIVA, Kamis siang, 23 Juni 2022.
“Yang kedua, ini menjadi kunjungan resmi pemimpin Asia pertama yang dilakukan pemimpin negara sejak perang. Jadi akan menjadi contoh baik bagi dunia dan bagi Asia paling tidak,” lanjutnya.
Namun Vasyl Harmianin mengatakan yang pasti saat ini pemerintah dan seluruh rakyat Ukraina menginginkan perang berakhir. Oleh karena itu peran Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjadi sangat krusial karena dialah yang memulai perang tersebut dan bisa menyetopnya dengan menarik pasukan dari wilayah Ukraina.
“Oleh karena itu saya berharap kunjungan ini nantinya akan memberikan hal yang subtansial dan berdampak penting untuk mengakhiri perang dan menyetop invasi agresi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina,” kata dia lagi.
Vasyl Harmianin mengatakan dia tentu tidak tahu pasti apa saja agenda pertemuan Presiden namun dimungkikan selain masalah perang Rusia-Ukraina bisa ada banyak isu. Antara lain isu keamanan global, ancaman nuklir dan ketahanan pangan, ketahanan energi dan harga pangan yang menjadi kekhawatiran dunia saat ini. Namun Vasyl menggarisbawahi bahwa hal itu bisa dihindarkan apabila perang di Ukraina bisa dihentikan. Diketahui bahwa rantai pasokan pangan global saat ini terganggu lantaran perang yang terjadi di Ukraina.
“Makin lama perang terjadi maka makin lama pula kondisi makin buruk tidak hanya bagi Ukraina bahkan bisa bagi dunia. Oleh karena itu yang penting adalah menghentikan perang karena tak ada yang bisa diatasi jika perang tak berakhir,” kata Dubes Vasyl Harmianin.
Source : VIVA Editor : Virgo Tag : Jokowi | Ukraina | Rusia










Tidak ada Respon