PELALAWAN, LintasPena.com – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya masih memerlukan sekitar 9.966 hektare lahan alternatif guna mendukung percepatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ketersediaan lahan ini krusial untuk merelokasi masyarakat yang masih menguasai kawasan konservasi tersebut. Hal itu disampaikan SF Hariyanto saat memaparkan progres pemulihan TNTN di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan hasil pendataan, tercatat sekitar 10.600 hektare lahan di dalam kawasan TNTN dikuasai oleh 3.916 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, proses relokasi baru mencakup 633 hektare dengan total 227 KK yang telah dipindahkan.
“Masih tersisa kebutuhan 9.966 hektare lahan alternatif yang telah kami petakan. Tindak lanjutnya kini membutuhkan keputusan di tingkat nasional, dan pemerintah daerah siap mengawal implementasinya di lapangan,” ujar SF Hariyanto.
Selaku Ketua Tim Percepatan Pemulihan TNTN (TP2TNTN), SF Hariyanto menegaskan bahwa proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kepastian hukum, prinsip kehati-hatian, serta stabilitas sosial. Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik lahan tidak boleh memicu masalah sosial baru.
“Pendekatan kami tidak hanya sebatas pengamanan kawasan, tetapi juga menyediakan solusi nyata melalui lahan alternatif yang sah secara hukum bagi masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, TP2TNTN akan menjalankan tiga fokus utama secara paralel: pengamanan dan penertiban kawasan, penyediaan lahan alternatif, serta reforestasi berbasis zonasi dengan pengawasan berkelanjutan.
Program pemulihan ini ditargetkan rampung pada tahun 2028 dengan total sasaran pemulihan mencapai 66.704 hektare. SF Hariyanto berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun pembiayaan, agar fungsi ekosistem TNTN dapat kembali optimal.
“Pemulihan harus berjalan terukur dan terkendali. Target utama kami adalah mengembalikan Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi yang utuh,” tegasnya.
Laporan : Sf
Editor : Toro










Tidak ada Respon