Bangkinang Kota, Lintaspena.com – Dalam rangka pengendalian inflasi di Indonesia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),  kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang di ikuti Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol, MM diwakili Sekda Kampar Drs. Yusri, M.Si melalui video conference di Rumah Dinas Bupati Kampar, Senin 24/10/2022).

Saat membuka Rakor, Mendagri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian menegaskan bahwa sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa kunci pemanganan inflasi indonesia mesti serempak seperti penanganan Covid-19, Penanganan inflasi adalah agregat kerja pusat dan daerah seperti cintoh kita menangani covid-19.” tegas Tito.

Untuk dikatahui, bahwa Inflasi Indonesia per Juli 2022 berada pada angka 4,94% (year on year). Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Uni Eropa di 8,9%, Amerika Serikat di 8,5%, bahkan Inflasi Turki yang mencapai 99%.

Dengan demikian, agar inflasi Indonesia terkendali, Presiden mengingatkan jajaran terkait untuk bekerja sama. Presiden meyakini Pemerintah akan mampu mengendalikan inflasi hingga di bawah angka 3%, jika seluruh kepala daerah dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

“Saya ingin Bupati, Wali kota, Gubernur betul-betul mau bekerja sama dengan tim TPID di daerah dan TPIP. Tanyakan di daerah kita apa yang harganya naik yang menyebabkan inflasi.”pinta Tito”.

Sementara itu beberapa yang menjadi narasumber pada kesempatan tersebut antara lain,  Kepala Badan Pangan Nasional RI Arief Prasetyo Adi, S.T, M.T, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr serta Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letjen TNI Eko Margiyono.

Dalam rakor, masing-maisng Narasumber menyampaikan beberapa interpensi dalam menjaga implasi. Untuk itu, yang utama dibahas adalah terkait ketersedian bahan pokok pangan serta dengan kestabilan harga saat ini. Dimana secara ketersedian seluruh tercukupi, stok, produksi dalam negeri, realisasi barang kominitas berapa, sehingga kita tau dengan kebutuhan brapa sehingga ketersedian bisa terjaga.

Untuk diketahui, bahwa saat ini stok awal beras 7 juta ton lebih, gula 172 ton lebih, daging kerbau 21 juta ton lebih, cabai 0,03 juta ton lbih, bawang merah 1,93 juta ton, tekor ayam 2,71 juta ton, serta minyak goreng 19 juta ton lebih dengan harga minyak curah khusus di Riau dengan haga Rp 12,9 ribu.

Selain itu, faktor tigkat implasi Indonesia yang memperngruhi adalah faktor kenaikan imflasi pada sektor trnsportasi (16,01% vs 6,62% pada agus 22), dan pangan (7,91& vs 7,73% pada Agus 22) dengan exstra effort pada hal-hal detail sepwrti subsidi ongkos pangan.

Sementara itu Skeda Kampar Yusri yang mewakili Pj Bupati Kampar, menyampaikan bahwa dalam menjaga implasi di Kampar sendiri saat ini disektor pangan. Pemda Kampar telah melakukan penanaman padi Teknologi Intensifikasi Padi Aerod Terkendali- Berbasis Organik (IPAD-BO).

Dalam program ini, pemda kampar untuk tahap awal akan menanam dilahan seluas lebih kurang 85 hektar, dengan tarket 500 hektar terbagi dibeberapa wilayah nantinya yang ada di kanupaten Kampar.

Dimana dengan metode ini, hasil produksi petani akan meningkat dan berkuakitas. Hasil pertanian masyarakat biasa hanya panen sekita 4 ton/hektar, kedepan nantinya melalui IPAT-BO panen bisa mencapai 8 ton/hektar.

Dengan demikian, Pemkab Kampar bersama para petani akan terus berkomitmen melakukan peningkatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kampar, melakukan pendampingan bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksi bahan pangan, serta memanfaatkan lahan yang masih bisa diberdayakan untuk mewujudkan ketahanan pangan,” terang Yusri. **(MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *