Kerinci, Lintaspena.com – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci Jambi diduga dilakukan pemotongan oleh Kades.
Warga Desa Bungo Tanjung saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, mengungkapkan bahwa pencarian BLT DD triwulan bulan Juli, Agustus, dan September sebesar Rp.900 ribu masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM) namun diduga dipotong oleh pihak pemerintah desa sebesar Rp.250 ribu, hingga nominal yang diterima KPM Rp.650 ribu. 20/10/22.
Menurut warga pemotongan BLT tersebut Kades serta perangkat desa dan BPD, beralasan “penerima BLT DD Bungo Tanjung berjumlah 104 orang namun yang diberikan untuk 150 orang , jadi untuk KPM BLT DD yang terdaftar namanya dikurangi jumlah BLT nya atau di potong sebesar Rp.250 ribu per KPM. Jelasnya
Mestinya Kades melakukan musdessus jika pemerintah desa mau menggantikan data penerima BLT DD jika ditemui adanya yang tidak tepat sasaran atau tidak layak sebagai penerima, kalau datanya ada yang salah boleh diganti tapi jangan melakukan pemotongan terhadap hak warga dengan alasan untuk pemerataan atau menambah jumlah penerima yang tidak terdaftar, Kepala Desa harus amanah karena ini haknya masyarakat tidak boleh dipotong satu rupiah pun.
Jika alasan pemerintah desa memotong BLT DD warga dengan alasan karena ingin memberikan ke warga lain yang tidak mendapatkan bantuan BLT, ini sangat menyalahi aturan, jika benar betul betul uang potongan tersebut sampai ditangan warga lainnya masih mendingan, jika tidak dan dimanfaatkan oleh oknum nakal untuk mencari keuntungan sungguh sangat disayangkan sekali.
Selain melakukan pemotongan justru ada satu warga yang BLT DD nya di tahan dan tidak mau diserahkan oleh Kades, Inisial H, menurut istri dari inisial H tidak diserahkan BLT DD atas nama suaminya itu dikarenakan dirinya membuat kritikan di medsos acoun Facebook Aisya Hidayah miliknya di dinding Facebook nya bertuliskan bahasa daerah “Muk Banyei Nia Potongan, Beras Mahal Bos… Saling Menghargai Bae, yang artinya Jangan Banyak Nian Potongan, Beras Mahal bos, saling menghargai saja”. hal itulah menurutnya membuat Kades tersinggung.
Kades dan BPD juga mengatakan kepada istri inisial H “Kalau mau dikasih BLT DD dengan syarat dirinya harus menghapus status di Facebook nya itu dan tidak mengkritik pemerintah desa lagi.tuturnya
Dari sekian banyak penerima BLT banyak yang mengeluh dan kecewa atas potongan tersebut namun hanya istri inisial H saja yang berani mengkritik, sebenarnya warga tidak perlu takut mengkritik pemerintah desa jika yang dilakukannya bertentangan dengan aturan serta perundang-undangan yang ada, kenapa takut jika kita benar, ibarat pepatah meskipun langit mau runtuh kebenaran tetap ditegakkan.
Disisi lain Zamzamil Ketua LSM P2AN angkat bicara terkait terjadinya pemotongan BLT DD di Desa Bunga Tanjung Kecamatan Sitinjau Laut, dirinya sangat menyayangkan apa yang dilakukan Kades Busmaruddin, dirinya berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik dan Kades bisa mengembalikan uang tersebut ke warga dan menyerahkan BLT warga inisial H, jika kedepannya tidak ada pengembalian dan penyerahan BLT warga yang ditahan kami berinisiatif akan melaporkan hal ini ke Aparat Penegak Hukum.tegasnya.
Sementara Busmaruddin Kades Bunga Tanjung kac. sitinjau laut saat dikonfirmasi via telepon berkali kali meskipun bernada dering masuk namun tidak mengangkat telepon wartawan, hingga berita ini dipublikasikan.**(S.Boy Chaniago)
Kades Bungo Tanjung Sunat Dana BLT, Warga Kritik : Tidak Terima Kebijakan Kepala Desa










Tidak ada Respon