Cegah Abrasi Pantai, KBR Tunas Berundung Berseri Tanam Mangrove 40 Ribu Batang Program Dari BPDAS-WSWS

admin
A-AA+A++

LINTASPENA.COM, LAMSEL – Dalam rangka mencegah abrasi pantai, Kebun Pembibitan Rakyat (KBR) Tunas Berundung Berseri yang terletak di Paret 9 Dusun II Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung binaan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih Way Sekampung Ditjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PDASRH-KLHK) tanam 40 ribu bibit mangrove.

Penanaman bibit mangrove di pesisir pantai Desa Berundung dan sekitar Paret 9 oleh anggota KBR Tunas Berundung Berseri seluas 10 ribu hektar dengan sistem tanam berumpon. Dengan jarak 1,5 meter s.d 2 meter bahkan 3 meter antara setiap rumpon bervariasi, disesuaikan irisan miring naiknya lokasi.

KBR KTH Tunas Berundung Berseri menyediakan khusus bibit mangrove untuk pencegahan abrasi pantai dan menjaga kelestarian alam serta mencegah air laut naik ke tambak-tambak udang warga.

Adapun sumber dana berasal dari DIPA-029 BPDS Way Seputih Way Sekampung Tahun 2023 sebesar Rp.100 juta.

“Alhamdulillah penanaman bibit 40 ribu mangrove oleh KBR Tunas Berundung Berseri sudah selesai. Hanya tinggal pemasangan pager untuk mencegah hama perusak dan sampah menggunakan waring di setiap rumpon, ” Ujar Ketua KBR Tunas Berundung Berseri M. Sumarna kepada media Lintaspena.com di kediamannya, Sabtu sore (2/12/2023).

Lanjut, kata M. Sumarna menuturkan 40 ribu bibit mangrove yang ditanam di luas lahan 10 hektar tersebut, dibuat 80 rumpon. Dan setiap rumpon jumlah bibit yang ditanam sebanyak 500 bibit.

“KBR di Desa Berundung, Alhamdulillah sudah mendapatkan program dari BPDAS Way Seputih Way Sekampung Ditjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Huta, Kementerian LHK sudah ketiga kalinya ini. Karena dari penilaian kategori penanaman terbaik. Dan kita berharap kedepannya, kembali mendapatkan kepercayaan dari pihak balai dengan sistem bergiliran di setiap dusun, ” lanjutnya.

Bentuk perawatan dan monitoring atas tanaman bibit mangrove yang sudah ditanam. Akan dikontrol oleh setiap anggota kelompok secara bergilir selama 6 bulan kedepan.

“Agar bibit mangrove tumbuh dengan baik, maka setiap ketua kelompok menginstruksikan kepada anggotanya untuk kontrol secara bergiliran. Jika ada yang gagal tumbuh, maka secepatnya diganti. Dan itu dilakukan selama 6 bulan kedepan, sebagai bentuk tanggungjawab perawatan, ” terang Ketua KBR Tunas Berundung Berseri, M. Sumarna.

Tak lupa Ketua KBR Tunas Berundung Berseri M. Sumarna menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPDAS Way Seputih Way Sekampung, Provinsi Lampung, karena telah memberikan kepercayaan dan pendampingan pada kelompok mereka untuk menjalankan program KBR tahun 2023.

“Tanaman bibit mangrove yang kami tanam adalah kelestarian alam dan mencegah abrasi pantai serta menjaga ekosistem alam. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada Kementrian LHK dan BPDAS Way Seputih Way Sekampung Provinsi Lampung yang sangat bermanfaat untuk masyarakat kami, “paparnya mengakhiri perbincangan. (Mu’min/Alfian)