Atasi Krisis Air Pascabencana, Polsek Nanggalo Hadirkan Sumur Bor Gratis Bagi Puluhan KK di Padang

Meni
Atasi Krisis Air Pascabencana, Polsek Nanggalo Hadirkan Sumur Bor Gratis Bagi Puluhan KK di Padang
Bhabinkamtibmas Kelurahan Surau Gadang, Aipda Windrizal, saat mengecek fasilitas sumur bor baru yang dibangun secara swadaya untuk membantu pemulihan air bersih warga pasca-banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (29/6). (Foto: Istimewa)
A-AA+A++

PADANG, LintasPena.com – Merespons krisis air bersih pascabencana banjir bandang yang merusak permukiman warga, jajaran Polsek Nanggalo melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Surau Gadang, Aipda Windrizal, membangun fasilitas sumur bor bagi masyarakat terdampak. Aksi kemanusiaan yang bertepatan dengan momentum menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini resmi diaktifkan di Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Senin (29/6/2026).

Inisiatif pembangunan infrastruktur air bersih ini berawal dari keprihatinan aparat terhadap kondisi warga yang kesulitan mendapatkan air higienis untuk kebutuhan memasak dan minum setelah infrastruktur air lokal hancur diterjang banjir. Tanpa menunggu waktu lama, pengerjaan sumur bor tersebut dikebut agar pemulihan kehidupan warga dapat berjalan lebih cepat.

​Langkah taktis ini mendapatkan apresiasi luas dari komunitas lokal karena menyentuh langsung akar masalah mendasar di wilayah pascabencana. Akses air bersih dari sumur bor ini kini sudah mulai mengalir jernih dan dapat diakses secara gratis oleh puluhan kepala keluarga di area tersebut.

​“Banjir bandang tidak hanya merusak rumah, tetapi yang paling terasa adalah saat akses air bersih ikut hilang. Di Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini, kami hadir dengan aksi nyata lewat pembangunan sumur bor ini agar kehidupan warga mulai pulih sedikit demi sedikit. Ini bentuk kepedulian karena Polri harus ada untuk rakyat, baik di saat susah maupun senang,” ujar Aipda Windrizal, Senin (29/6/2026).

Penyediaan sumur bor ini merupakan bagian dari manifestasi program bakti sosial polres setempat dengan mengedepankan fungsi premanisme dan kemitraan Bhabinkamtibmas di tingkat akar rumput.

​Dengan kembali tersedianya air bersih, warga setempat kini tidak lagi bergantung pada pasokan tangki bantuan darurat. Kehadiran fasilitas komunal ini diharapkan dapat dirawat secara swadaya oleh masyarakat sekitar, sekaligus menjadi simbol eratnya sinergisitas antara kepolisian dan warga dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan. (Ak)

Pos Terkait

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *