PEKANBARU, LINTASPENA.COM – Aksi kejahatan jalanan kembali beraksi, kali ini korbannya seorang karyawan swasta asal Kabupaten Aceh Utara menjadi korban perampasan di Jalan Kuantan Raya Kelurahan Sekip Kecamatan Limapuluh Kota Pekanbaru ketika berjalan keluar dari Indomaret.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr Pria Budi SIK MH melalui Kapolsek Limapuluh Kompol Dany Andhika Karya Gita SIK MH menyampaikan, kasus ini terjadi sudah cukup lama namun pihaknya tetap berusaha mencari keberadaan pelaku dengan penuh kesabaran tanpa putus asa, pihaknya berhasil menangkap 2 Orang pelaku jambret di Jalan Imam Munandar.

Kejadian ini berawal ketika korban hendak pulang dari Indomaret di Jalan Kuantan Raya pelapor dengan berjalan kaki, kemudian pada saat sedang asyik berjalan tiba-tiba ada dua orang yang tidak dikenal berboncengan dengan menggunakan satu unit sepeda motor matic memepet korban dan langsung mengambil handphone milik pelapor yang pada saat itu berada di tangannya.

Untuk HP korban yang diambil tersebut merk Asus ROG Phone 5 warna hitam, dengan perkiraan harga lebih kurang Rp 8.600.000.

Atas peristiwa tersebut, Kompol Dany Andhika Karya Gita SIK MH selaku Kapolsek Limapuluh Polresta Pekanbaru memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Lukman SH MH untuk melakukan penyelidikan.

Cukup lama melakukan penyelidikan namun akhirnya diketahui keberadaan pelaku pada Sabtu 12 Februari 2022 Tim Opsnal mendapat informasi tentang keberadaan pelaku di Jalan Imam Munandar Tangkerang Timur Tenayan Raya Kota Pekanbaru, tepat di sebuah perbelanjaan Indomaret, kemudian kedua pelaku ditangkap.

Turut kami amankan barang bukti 1 unit handphone merk Asus ROG Phone 5 warna hitam,1 buah kotak Handphone merk Asus ROG Phone 5 warna hitam dan 1 unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih.

Untuk inisial pelaku yaitu IRS dan HF yang merupakan residivis kasus yang sama (jambret) dan sejak keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, kedua pelaku sudah 2 kali melakukan pencurian jambret, yaitu di Jalan Kuatan dan Kaharudin Nasution depan SPBU M-Poin.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku disangkakan Pasal 365 KUHPidana ayat 2 ke-2 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(Rey) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.