PEKANBARU, LintasPena.com – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, terus bergerak cepat mendorong percepatan pembangunan Jalan Lingkar 70. Jalur strategis yang dirancang sebagai akses penghubung dari kawasan Tenayan Raya dan Jalan Lintas Timur menuju jaringan jalan tol ini ditargetkan mulai masuk tahap konstruksi pada tahun depan.
Agung menegaskan bahwa keberadaan Jalan Lingkar 70 akan memangkas waktu tempuh mobilitas masyarakat. Terutama bagi warga Tenayan Raya maupun daerah penyangga di sekitar Pekanbaru. Jalur ini juga diproyeksikan menjadi rute alternatif utama bagi kendaraan luar daerah yang ingin menuju Tol Pekanbaru-Dumai tanpa harus membebani jalanan di pusat kota.
“Jalan ini akan memudahkan akses masyarakat dari Tenayan Raya ataupun dari Pelalawan, Inhil, dan Siak untuk langsung masuk ke Tol Pekanbaru-Dumai,” ujar Agung Nugroho setelah meninjau lokasi, Senin (21/9/2026).
Selain mengurai kemacetan, proyek infrastruktur ini merupakan urat nadi penting menuju pusat Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayan Raya. Dengan rampungnya jalur tol penghubung ini, arus lalu lintas logistik maupun masyarakat umum tidak perlu lagi berdesakan di tengah kota.
Guna memastikan kesiapan di lapangan, Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar telah melakukan peninjauan langsung pekan lalu. Peninjauan ini melibatkan perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga di titik area yang bersinggungan dengan jalan tol.
“Mudah-mudahan pembangunan Jalan 70 bisa dimulai tahun depan. Semoga semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan,” tambahnya.
Percepatan proyek ini dinilai mendesak. Keberadaan Jalan Lingkar 70 bukan sekadar kemudahan akses, melainkan solusi konkret untuk menyaring kendaraan berat bertonase besar yang selama ini kerap memicu kerusakan jalan dan kemacetan di dalam Kota Pekanbaru.
Jika jalur alternatif ini rampung, Pemko Pekanbaru akan langsung mengalihkan rute truk-truk raksasa tersebut. Kendaraan berat dari arah Dumai menuju Lintas Timur atau sebaliknya bakal langsung diarahkan melintasi Jalan Lingkar 70.
“Diharapkan dengan adanya pembangunan ini, kendaraan dengan tonase besar tidak lagi melewati rute dalam Kota Pekanbaru,” jelas Agung.
Langkah mitigasi ini diyakini mampu memperpanjang umur aspal jalan kota dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Di sisi lain, kemudahan konektivitas ini dipastikan bakal mendongkrak distribusi logistik barang dan memicu pertumbuhan ekonomi baru di kawasan hilir Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru terus melobi pemerintah pusat agar penganggaran dan pengerjaan berjalan simultan. Agung juga mengetuk hati masyarakat untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran proyek ini.
“Tentunya kami berharap kegiatan ini mendapat doa serta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Pekanbaru. Konektivitas yang baik akan meningkatkan perekonomian kota, memperlancar mobilitas, dan mewujudkan Pekanbaru yang aman, nyaman, serta sejahtera,” tutupnya. (SF)












Tidak ada Respon