PEKANBARU, LintasPena.com – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, Pemko Pekanbaru sukses meraih predikat Sangat Baik dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut ditetapkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani. Capaian ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas kinerja pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas pelayanan perizinan serta memacu kemudahan berusaha di daerah.
Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen kuat Pemko Pekanbaru untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan mutu pelayanan publik, serta menyederhanakan proses perizinan bagi para investor dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan betapa pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia terus mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru untuk tiada henti melahirkan inovasi.
“Kami harus memastikan iklim investasi di Pekanbaru itu ramah, cepat, dan transparan. Pelayanan publik adalah etalase dan cerminan wajah pemerintah kota. Lakukan transformasi digital, jemput bola ke masyarakat, berikan yang terbaik, dan permudah semua urusan perizinan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Agung.
Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui berbagai terobosan pelayanan, mulai dari optimalisasi sistem digital SIP AMAN, penyediaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini, hingga pengoperasian layanan MPP Keliling guna mendekatkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat. Berbagai inovasi ini terbukti ampuh memangkas birokrasi yang berbelit, meningkatkan efisiensi waktu, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
Predikat Sangat Baik ini juga berbanding lurus dengan melonjaknya realisasi investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru sepanjang tahun ini. Pada semester pertama 2026, realisasi investasi di Kota Bertuah dilaporkan menembus angka Rp7,35 triliun, atau mencapai 156,02 persen dari target yang telah ditentukan.
“Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan capaian Rp6,12 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp1,24 triliun,” urai Agung.
Tingginya angka investasi ini membuktikan besarnya kepercayaan para investor untuk menanamkan modal dan mengembangkan bisnis di Ibu Kota Provinsi Riau ini, yang ditopang oleh kemudahan perizinan terpadu.
Dari sektor makro, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada triwulan pertama, pertumbuhan ekonomi melesat di angka sekitar 8 persen, dan tetap terjaga kuat di angka 7,39 persen pada triwulan kedua.
Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan investasi aset tetap seperti bangunan, mesin, dan peralatan produksi, tumbuh impresif sebesar 8,55 persen. Pertumbuhan PMTB ini menjadi indikator kuat terjadinya ekspansi usaha secara masif, yang berpotensi besar membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk terus melanjutkan pembenahan sistem perizinan dan memperkuat ekosistem digital demi menjaga kepercayaan dunia usaha. Penghargaan nasional ini diharapkan menjadi pelecut motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan transparansi pelayanan publik. (Yb)











Tidak ada Respon