PEKANBARU, LintasPena.com – Yuliarso resmi dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru. Mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Pekanbaru ini dilantik langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama tujuh pejabat eselon II lainnya di Komplek Perkantoran Pemerintah Tenayan Raya pada Kamis, 5 November 2026.
Usai resmi memangku jabatan baru tersebut, Yuliarso langsung bergerak cepat menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana di wilayah Kota Bertuah. Langkah ini menjadi prioritas kerja jangka pendek demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Sebagai fokus awal, BPBD Kota Pekanbaru akan berkonsentrasi melakukan pemetaan menyeluruh (mapping) terhadap daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pemetaan khusus ini akan menyasar kawasan yang berpotensi mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta wilayah rawan banjir.
Hasil pemetaan berkala itu nantinya akan dijadikan acuan utama bagi instansi untuk menyusun regulasi tindakan pencegahan sejak dini. Penanganan kebencanaan ini dipastikan bergerak responsif dari tingkat hulu guna meminimalisir dampak kerugian material maupun korban jiwa.
Dalam pelaksanaannya, upaya mitigasi dan pencegahan tersebut dipastikan akan melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan daerah secara berjenjang. BPBD Pekanbaru akan menggerakkan peran aktif aparatur dari level RT, RW, pihak kelurahan, hingga jajaran kecamatan sebagai garda terdepan di lapangan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menaruh harapan besar terhadap kapasitas kepemimpinan Yuliarso di tubuh BPBD. Mengingat penanganan karhutla dan bencana alam merupakan atensi utama dari pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kesiapsiagaan daerah dituntut harus selalu optimal.
Agung menilai, rekam jejak Yuliarso yang luas di berbagai instansi teknis serta keluwesannya dalam berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas baru ini. Pengalaman tersebut diharapkan mampu mempermudah pola komunikasi taktis saat menghadapi situasi darurat di lapangan.
Kesiapan operasional BPBD Pekanbaru ke depan juga dipastikan semakin kokoh berkat adanya suntikan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar. Dukungan dana segar ini diproyeksikan akan terus berlanjut secara bertahap pada awal tahun anggaran mendatang.
Merespons amanah besar tersebut, Yuliarso menyatakan komitmennya untuk mengelola seluruh dukungan anggaran secara transparan dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan penanganan kebencanaan di kawasan perkotaan terletak pada solidnya kolaborasi dan sinergi lintas sektoral bersama segenap pemangku kepentingan. (Yb)









Tidak ada Respon