Plt Kadisdikbud Inhu Joni Maryanto Hadiri Penguatan Kurikulum dan Digitalisasi Pembelajaran di Pekanbaru

Meni
Plt Kadisdikbud Inhu Joni Maryanto Hadiri Penguatan Kurikulum dan Digitalisasi Pembelajaran di Pekanbaru
Plt. Kadisdikbud Inhu Joni Maryanto, S.Pi., M.Si., saat menghadiri kegiatan Penguatan Kurikulum dan Digitalisasi Pembelajaran di Pekanbaru, (28/08). (Foto: Istimewa)
A-AA+A++

PEKANBARU, Lintaspena.com – Dalam rangka mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Indragiri Hulu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hulu, Joni Maryanto, S.Pi., M.Si., menghadiri kegiatan Penguatan Kurikulum dan Digitalisasi Pembelajaran yang ditaja oleh Balai Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau di Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat implementasi kurikulum sekaligus mendorong transformasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik di era digital.

Joni Maryanto menegaskan bahwa penguatan kurikulum memiliki peran strategis dalam memastikan proses pendidikan berjalan sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional.

Kurikulum yang baik juga harus mampu memberikan ruang bagi satuan pendidikan dan para pendidik untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang baik, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru dan tenaga kependidikan, dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam proses pembelajaran yang efektif,” ujar Joni.

Lebih lanjut, Joni menyampaikan bahwa penguatan kurikulum dan digitalisasi pembelajaran merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Inhu.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas proses belajar mengajar dan perkembangan kompetensi peserta didik.

“Digitalisasi pembelajaran harus ditempatkan sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap sumber belajar, meningkatkan kreativitas dan inovasi guru, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi peserta didik,” tegasnya.

Namun Joni juga mengingatkan, transformasi digital di lingkungan pendidikan harus diiringi dengan penguatan kapasitas guru. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat dan platform digital, tetapi juga harus mampu memilih serta memanfaatkan teknologi secara tepat sesuai karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik.

“Teknologi adalah alat. Yang paling utama tetap bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, membangun karakter, mengembangkan potensi peserta didik dan memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” kata Joni.

Pada kesempatan itu, Disdikbud Kabupaten Indragiri Hulu menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPMP Provinsi Riau, dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Inhu.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kompetensi pendidik, penguatan tata kelola satuan pendidikan, serta penerapan pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun pemahaman dan komitmen bersama di kalangan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi.

“Peningkatan mutu pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang perubahan kurikulum maupun penggunaan teknologi, tetapi tentang bagaimana seluruh unsur pendidikan mampu bergerak bersama menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, inklusif, relevan, dan berkelanjutan demi terwujudnya sumber daya manusia Kabupaten Indragiri Hulu yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Joni.

Pos Terkait

Dinas pendidikan Kabupaten Bekasi

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *