PEKANBARU, LintasPena.com – Suasana penuh khidmat dan rasa kebangsaan terasa begitu kuat di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kemenkumham Riau, Rabu (22/04/2026). Tepat pukul 10.00 WIB, lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di seluruh sudut ruangan kantor.
Saat alunan lagu mulai terdengar, seluruh pegawai yang berada di area kantor secara serentak berdiri tegak dengan sikap sempurna. Aktivitas pelayanan dan administrasi yang tengah berlangsung dihentikan sejenak sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada simbol kedaulatan negara.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk menanamkan kembali semangat cinta tanah air di lingkungan kerja. Para pegawai tampak mengikuti prosesi dengan penuh kesadaran, mencerminkan kedisiplinan serta komitmen aparatur sipil negara (ASN) dalam menjunjung nilai kebangsaan.
Momen tersebut juga dimaknai sebagai penguatan karakter dan integritas pegawai dalam menjalankan tugas tanggung jawab. Selain sebagai bentuk rutinitas yang diatur, sikap ini menjadi refleksi mendalam atas pengabdian yang dilakukan oleh insan pemasyarakatan kepada bangsa dan negara.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Riau, Maizar, menegaskan bahwa sikap berdiri saat lagu kebangsaan diperdengarkan merupakan kewajiban bagi setiap pegawai. Menurutnya, hal ini adalah wujud nyata dari penghormatan yang harus terus dipupuk.
Maizar menambahkan, implementasi rasa nasionalisme ini sejalan dengan nilai-nilai dasar (Core Values) ASN BerAKHLAK. Poin utamanya adalah menjunjung tinggi loyalitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap negara dalam setiap langkah pelayanan publik.
“Penghormatan terhadap lagu kebangsaan adalah cara paling sederhana namun mendalam untuk mengingatkan kita pada jati diri bangsa. Ini harus menjadi nafas bagi setiap ASN di lingkungan Kanwil Riau,” ujar Maizar di sela-sela kegiatannya.
Dengan rutinnya pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan integritas pegawai semakin solid. Semangat nasionalisme yang terbangun secara konsisten dinilai mampu menjadi benteng moral bagi pegawai dalam menghadapi tantangan tugas di sektor pemasyarakatan yang kompleks.
Upacara singkat namun penuh makna ini pun berakhir seiring dengan selesainya lagu Indonesia Raya. Para pegawai kemudian kembali melanjutkan aktivitas pelayanan dengan semangat baru, membawa pesan kebangsaan ke dalam rutinitas kerja sehari-hari.(sf)








Tidak ada Respon