SUNGAI PAGAR, LintasPena.com – Dari ruang kelas sederhana di UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, sebuah kejutan besar lahir di panggung nasional. Dua pelajar berbakat, Kholid Khoirul Azam dan Fatma Yeni, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Kampar setelah menembus jajaran 10 besar nasional Olimpiade Literasi Kebangsaan tingkat SMP/MTs, Jumat (17/04/2026).
Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti daya tahan dan ketajaman intelektual pelajar daerah yang mampu bersaing dengan ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Kholid Khoirul Azam mencatatkan hasil memukau dengan skor 97 dari 100 dalam waktu 14 menit 23 detik, yang membawanya meraih posisi Harapan II. Sementara rekan sejawatnya, Fatma Yeni, meraih skor serupa dengan selisih waktu yang sangat tipis, yakni 14 menit 35 detik. Keduanya menunjukkan bahwa kecepatan dan ketepatan berpikir kunci di era kompetisi digital.
Guru pendamping, Yeni Elfita, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju puncak nasional dilalui dengan proses panjang yang dilakukan secara daring (online). Dimulai dari tingkat kabupaten pada Januari, provinsi di Februari, hingga puncaknya di tingkat nasional pada 10 April 2026.
“Karena semua tahapan dilakukan daring, siswa dituntut lebih mandiri dan disiplin. Tidak ada pengawasan langsung, jadi kejutan dan ketahanan fokus mereka benar-benar diuji di depan layar,” ujar Yeni Elfita.
Senada dengan itu, Kepala UPT SMPN 1 Kampar Kiri Hilir, Yusrial, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap pola pembinaan siswa. Baginya, sinergi antara manajemen sekolah dan ketekunan guru pembimbing menjadi fondasi utama lahirnya prestasi ini.
Kholid, sang juara, mengaku sempat gugup bersaing dengan peserta se-Indonesia. “Saya coba tetap tenang. Di kompetisi ini, selisih detik sangat menentukan. Kita tidak boleh terpaku terlalu lama pada satu soal,” tuturnya berbagi tips.
Apresiasi dari Ketua PGRI Kampar
Prestasi gemilang ini turut memantik perhatian Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kampar, Misharti. Ia mengaku bangga atas capaian dua putra-putri terbaik Kampar Kiri Hilir tersebut.
“Ini adalah bukti bahwa potensi siswa daerah kita tidak kalah dengan daerah lain. Masuk 10 besar nasional adalah pencapaian luar biasa yang harus kita apresiasi,” ungkap Misharti.
Ia berharap prestasi ini tidak menjadi puncak, melainkan awal dari regenerasi prestasi di Kabupaten Kampar. “Kita ingin pembinaan seperti ini terus berkelanjutan agar lahir generasi cerdas yang memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat,” tambahnya.
Keberhasilan Kholid dan Fatma kini menjadi simbol baru bagi pelajar di Negeri Sarimadu; bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk menembus panggung nasional selama ada kerja keras, bimbingan yang tepat, dan dukungan lingkungan yang kuat.








Tidak ada Respon